Sumber Radioaktif

Radioaktif adalah proses dimana sebuah inti atom yang tidak stabil kehilangan energi (berupa massa dalam diam) dengan memancarkan radiasi, seperti partikel alfa, partikel beta dengan neutrino, sinar gamma, atau elektron dalam kasus konversi internal.

Ada 2 jenis sumber radiasi, diantaranya adalah :

Ionizing / Pengionan berupa :

  • Partikel Alpha dan Beta
  • Gamma dan X-Rays

Non-Ionizing /Tidak mengionisasi berupa :

  • Gelombang mikro
  • Cahaya Ultra dan Visual

Alat yang biasa untuk memonitor radiasi adalah :

  • Penghitung G-M
  • Lencana Film
  • Dosimeter

Tindakan perlindungan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan radiasi adalah :

  • APD (Personal Protective Equipment)
  • Waktu
  • Jarak
  • Perisai
  • ALARP (As low as reasonably Practicable)

Setiap kegiatan harus dikontrol, diantarannya dengan :

  • Memasang tanda peringatan/rambu-rambu keselamatan
  • Dosimeter pribadi
  • Sumber radiasi harus dijaga dengan ketat dan aman
  • Dibutuhkan Izin kerja khusus
  • Pekerjaan harus dilakukan oleh orang  yang berkompeten dan bersertifikasi.
  • Sumber radioaktif harus dijauhkan dari bahan yang mudah terbakar, mudah meledak, korosif
  • Wadah Khusus dengan label yang menunjukkan sumber data
  • Area monitoring harus dilakukan
  • Pemeliharaan rutin harus dilakukan
  • Rencana tindakan darurat harus disiapkan
  • Pekerjaan yang dilakukan harus sesuai dengan syarat dan peraturan yang berlaku

Semua operasi yang melibatkan penggunaan zat radioaktif akan diawasi secara ketat oleh Supervisor Pengawas Radiasi untuk memastikan bahwa tindakan perlindungan dipelihara dengan baik dan untuk memeriksa sejauh mana perlindungan yang diberikan dalam praktik dan sesuai dengan persyaratan legislatif dan praktik terbaik.

Area kerja akan dibatasi dan hanya orang yang berwenang yang boleh memasuki area tersebut dan Dosis di Barrier kurang dari 7,5 mikro Sv/ Hr.

Tinggalkan Balasan