Panduan Membuat Analisa Keselamatan Pekerjaan (AKP/JSA)

Analisa Keselamatan Pekerjaan (AKP) adalah pendekatan struktural untuk mengidentifikasi potensi bahaya dalam suatu pekerjaan dan membaginya dalam langkah-langkah pekerjaan. Karena yang dipertimbangkan aksi (sifat) dan sama juga dengan kondisi fisik dan lingkungan, adalah suatu cara yang baik untuk menambah wawasan keselamatan dan mencapai perbaikan yang berkesinambungan dalam kinerja keselamatan. Juga karena Analisa Keselamatan Pekerjaan biasanya dibuat oleh sebuah tim, hal itu cara yang baik juga untuk meningkatkan keterlibatan yang lebih luas dalam memperbaiki kinerja keselamatan.

Analisa Keselamatan Pekerjaan yang lengkap mendapatkan keuntungan sbb :

  • Memberikan pengertian yang sama terhadap setiap orang tentang apa yang dilakukan untuk mengerjakan pekerjaan dengan selamat.
  • Adalah suatu alat pelatihan yang efektif untuk para pegawai baru.
  • Elemen yang utama dapat dimasukkan dalam daftar keselamatan, pengarahan sebelum memulai pekerjaan, observasi keselamatan dan sebagai topik pada rapat keselamatan.
  • Membantu dalam penulisan prosedur keselamatan untuk jenis pekerjaan yang baru maupun yang dimodifikasi.
  • Suatu alat yang efektif untuk merencanakan pekerjaan yang dilakukan tidak rutin (misal: mematikan unit, dsbnya).

MEMBUAT ANALISA KESELAMATAN PEKERJAAN

Analisa Keselamatan Pekerjaan terdiri dari 5 fase :

  • memilih jenis pekerjaan
  • membentuk tim analisa keselamatan pekerjaan
  • menjabarkan suatu pekerjaan
  • mengidentifikasi bahaya-bahaya potensial
  • membuat penyelesaian-penyelesaian

Memilih Jenis Pekerjaan

Ketika membuat suatu Analisa Keselamatan Pekerjaan (AKP), suatu pekerjaan adalah urutan langkah-langkah atau aktivitas untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Beberapa jenis pekerjaan adalah sangat luas untuk membuat AKP. Beberapa langkah pekerjaan juga terlalu sempit untuk menganalisa secara efektif (misal: mematikan sakelar). Jenis pekerjaan yang cocok untuk Analisa Keselamatan Pekerjaan adalah jenis dari pekerjaan yang diberikan /dilaksanakan oleh seorang pengawas atau operator. Contoh : memindahkan pompa untuk perawatan atau memasang penutup pada pipa adalah hal-hal yang baik untuk membuat Analisa Keselamatan Pekerjaan.

Pekerjaan yang di analisa biasanya dipilih berdasarkan prioritas. Pekerjaan dengan pengalaman kecelakaan yang terburuk atau potensi bahaya yang tertinggi harus lebih dahulu di analisa. Ketika memilih pekerjaan, pertimbangkan faktor-faktor berikut ini :

  • Frekuensi dari kecelakaan atau yang berpotensi celaka.
  • Potensi keparahan dalam beberapa situasi harus ditinjau kembali dan diberikan prioritas tertinggi jika terdapat potensi untuk terjadinya luka-luka yang lebih parah. Hal ini termasuk :
  • Pekerjaan yang tidak biasa, tidak rutin
  • Pekerjaan-pekerjaan yang tidak mengangkut produksi (perawatan, memperbaiki kesalahan, dsbnya)
  • Sumber-sumber energi yang tinggi (listrik, tekanan, dsbnya)
  • Beberapa situasi konstruksi (tempat kerja yang tinggi, alat berat yang bergerak, tingkat aktivitas yang tinggi dalam daerah yang sempit, dsbnya)
  • Jenis pekerjaan yang berulang-ulang karena pegawai sering dihadapkan kepada bahaya apa saja.
  • Hasil dari masukan-masukan pegawai dimana pekerjaan yang menurut mereka mempunyai potensi bahaya.
  • Pekerjaan yang baru atau pekerjaan yang tidak rutin dilakukan – Proses Analisa Keselamatan Pekerjaan harus termasuk suatu cara untuk mengevaluasi pekerjaan yang baru dan pekerjaan yang tidak sering dilakukan (mematikan unit, dsb).

Membentuk Tim Analisis Keselamatan Pekerjaan

Pekerjaan yang membuat Analisa Keselamatan Pekerjaan harus: berpengalaman dan berpengetahuan tentang pekerjaan; mempunyai kredibilitas dalam grup pekerjaan; dan mengerti proses Analisa Keselamatan Pekerjaan.

Syarat penting lainnya adalah supportif, tidak menghakimi, dan mau mendengarkan ide-ide, dan akan menemukan jawaban untuk membuat suatu tempat kerja yang selamat.

Tim yang dibentuk tergantung dari organisasi dan ukuran dari grup pekerja. Sebagai tambahan terhadap orang yang mengerjakan pekerjaan tersebut, anggota tim harus dipilih dari pekerja lainnya, Pengawas, dan spesialis keselamatan.

Menjabarkan Suatu Pekerjaan

  • Sebelum memulai pencarian bahaya yang potensial, pekerjaan harus dijabarkan dalam urutan langkah-langkah, yang setiap langkah tersebut menerangkan apa yang sedang terjadi. Ada suatu keseimbangan antara terlalu terperinci, akan berakibat terlalu banyak langkah dan penjabaran yang terlalu umum akan mengakibatkan langkah-langkah utama tidak tertulis/tertuang. Umumnya, 15 langkah maksimum adalah efektif untuk suatu Analisa Keselamatan Pekerjaan.
  • Tentukan langkah dengan mengobservasi dari para pekerja yang melakukan pekerjaan tersebut. Tanyakan Langkah apakah yang memulai pekerjaan tersebut?, lalu, apa langkah dasar selanjutnya? Dan seterusnya. Untuk suatu pekerjaan yang baru atau akan dimodifikasi, gunakan informasi tata letak pabrik dan spesifikasi peralatan yang diperlukan untuk menentukan langkah-langkah pekerjaan.
  • Buat keterangan dan beri nomor untuk setiap langkah-langkah pada formulir Analisa Keselamatan Pekerjaan. Setiap langkah menerangkan apa yang dilakukan, bukan bagaimana melakukanya.

Keterangan untuk setiap langkah harus dimulai dengan kata kerja seperti: memindahkan, memanjat, membuka atau pengelasan. Keterangan untuk setiap langkah diakhiri dengan menamakan setiap bagian ketindakan yang akan dilakukan contoh, memindahkan alat pemadam api, membawa ke api, dsb.

Pastikan untuk mendapatkan persetujuan oleh semua anggota tim, apa yang telah dilakukan dan urutan dari setiap langkah.

Mengidentifikasi Bahaya Yang Berpotensi

Kemudian mulailah mencari semua potensi dan bahaya-bahaya yang timbul. Lihatlah pada kondisi fisik (kimia, perkakas, tempat kerja, dsb), faktor lingkungan (panas, dingin, kebisingan, lampu, dsb), dan tindakan atau sifat (perlu berdiri diatas permukaan yang licin dan tidak stabil, jangkauan berlebih untuk mengoperasikan keran, mengangkat benda yang besar).

Pengamatan kerja harus diulangi sesering mungkin bila diperlukan hingga seluruh bahaya dan kecelakaan yang berpotensi telah diidentifikasi. Pertimbangkan untuk mengambil rekaman video untuk pekerjaan yang sedang dilakukan jika hal ini memungkinkan yang terbaik untuk tim.

Membuat Penyelesaian

Langkah terakhir dalam suatu Analisa Keselamatan Pekerjaan adalah membuat rekomendasi perubahan untuk menghilangkan bahaya-bahaya yang berpotensi. Selama tahap ini, biasanya lebih baik dimulai dari langkah awal dan bekerja selanjutnya untuk langkah-langkah berikutnya. Lanjutkan langkah berikutnya hanya setelah seluruh bahaya-bahaya yang berpotensi dihilangkan dan semua kondisi adalah selamat dari langkah-langkah sebelumnya, karena adanya sebagian perubahan akan mengakibatkan pada langkah-langkah berikutnya. Jika diperlukan, mulailah pada formulir analisa keselamatan pekerjaan yang baru menerangkan tentang langkah-langkah pekerjaan yang di modifikasi. Prinsip-prinsip penyelesaiannya adalah:

  • Mengubah kondisi fisik yang menimbulkan bahaya – mengubah perkakas, material, peralatan, tata letak atau lokasi. Hal ini adalah pendekatan yang lebih disukai hingga adanya persetujuan umum bahwa kondisi kerja adalah selamat.
  • Mengubah prosedur kerja – tanyakan, apa yang seharusnya pegawai lakukan atau tidak lakukan untuk menghilangkan bahaya-bahaya yang tertentu atau mencegah potensi kecelakaan? Jawabannya mungkin sangat sederhana seperti berdiri disamping sewaktu membuka keran atau membuat posisi yang benar sebelum mengangkat suatu benda.
  • Menurunkan frekuensi – Tanyakan, apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi kebutuhan dalam melaksanakan pekerjaan ini? Contoh: Jika pekerjaan menyangkut penukaran elemen penyaring pada unit penyaring bensin, carilah cara lain untuk menjaga agar bahan padat dan benda lainnya tidak berada pada bensin tersebut. Jika hal ini tidak memungkinkan, hal itu mungkin untuk mengganti peralatan yang ada sekarang dengan elemen penyaring yang tidak memerlukan penggantian yang lebih sering.
  • Temukan cara lain yang baru untuk mengerjakan pekerjaan. Jika langkah-langkah diatas tidak menuju selamat, dan cara yang efesien untuk menyelesikan pekerjaan, maka tim harus melihat terhadap pekerjaan itu sendiri. Tentukan tujuan dari pekerjaan tersebut, dan kemudian menganalisa untuk cara lain supaya mencapai ujuan tersebut untuk menentukan mana yang paling selamat.

“Penyelesaian” harus diutarakan supaya setiap orang benar-benar mengerti apa yang dilakukan. Biasanya selalu didapati tidak cukup ruang dalam formulir AKP untuk menerangkan bagaimana cara melakukannya. Tingkatan yang diperlukan yang lebih terperici harus dimasukkan dalam prosedur keselamatan, manual keselamatan, pelatihan pegawai atau dalam bentuk lainnya supaya setiap orang mengerti bagaimana melakukan pekerjaan dengan selamat.

Contoh: Suatu masukkan “pastikan kunci Inggris tidak slip atau menyebabkan kehilangan keseimbangan”.  Dalam formulir AKP mengatakan apa, tetapi tidak bagaimana melakukannya.

Pada tempat (manual keselamata, dll) tingkatan yang benar perlu untuk dijabarkan, seperti:

Pasangkan kunci Inggris dengan benar dan pas. Coba gigitan nya dengan memberikan suatu tekanan yang ringan padanya. Cari pegangan terhadap sesuatu yang tidak bergerak, atau lakukan kuda-kuda berdiri dengan kaki lebar terbuka, sebelum melakukan tekanan yang penuh. Untuk mencegah kehilangan keseimbangan jika kunci Inggris slip, tariklah kunci tersebut menuju arah anda dari pada menolaknya/ mendorongnya apabila kunci tersebut longgar dari mur atau pun baut.

Mengurangi kewaspadaan yang spesifik, seperti: Awas, gunakan dengan hati-hati, atau hati-hati adalah terlalu umum kecuali untuk meningkatkan kewaspadaan/kepedulian selama phase bahwa pekerjaan tersebut memerlukan kewaspadaan yang lebih.

Dalam semua kasus, bahwa memeriksa dan menguji coba perubahan yang diusulkan dengan memperhatikan kembali pekerjaan dan mendiskusikan perubahan dengan mereka yang mengerjakan pekerjaan. Karena pekerjaan yang telah dirancang ulang dapat mempengaruhi pekerjaan lain dan bahkan seluruh proses kerja, diskusikan setiap perubahan yang diusulkan dengan para pegawai  lain yang terlibat.

GUNAKAN ANALISA KESELAMATAN PEKERJAAN SECARA EFEKTIF

  1. Ketika suatu analisa keselamatan pekerjaan telah rampung, pegawai perlu mempelajari tentang isinya dan jika perlu, menerima pelatihan selanjutnya sehingga mereka akan mengetahui bagaimana melakukan pekerjaan dengan selamat.
  2. Analisa Keselamatan Pekerjaan dapat digunakan sebagai bahan untuk mengadakan pertemuan keselamatan yang terencana atau rapat-rapat. Walaupun pemeriksaan ulang semua langkah-langkah dari suatu analisa keselamatan pekerjaan adalah penting, tetapi langkah-langkah yang telah diubah atau yang menimbulkan bahaya-bahaya yang besar harus ditekankan.
  3. Suatu Analisa Keselamatan Pekerjaan yang telah direvisi merupakan suatu alat untuk melatih pegawai yang baru menghadapi pekerjaan tersebut. Untuk pegawai yang baru, pelajari setiap langkah sehingga mereka mengenal bahaya-bahaya yang berhubungan dengan itu dan mengerti cara-cara penanggulangan yang diperlukan.
  4. Dimana kunci-kunci praktek keselamatan untuk fasilitas atau grup kerja telah diidentifikasi, Analisa Keselamatan Pekerjaan adalah suatu cara yang baik untuk menentukan pekerjaan dimana muncul kunci sifat-sifat pegawai.
  5. Analisa Keselamatan Pekerjaan adalah garis besar yang baik pada observasi atau tuntunan ditempat kerja. Analisa Keselamatan Pekerjaan adalah sangat penting untuk umpan balik atau tuntunan karena hal tersebut menggambarkan langkah-langkah yang telah disetujui untuk mengerjakan pekerjaan dengan selamat. Untuk keefektifan secara maksimum umpan balik dan tuntunan harus mengikuti prinsip penekanan yang positif.
  6. Untuk jenis pekerjaan yang tidak sering dilakukan atau tidak teratur, para pegawai akan punya manfaat dari mengkaji ulang Analisa Keselamatan Pekerjaan selama diskusi sebelum pekerjaan dimulai.
  7. Ketika nyaris celaka (near miss) atau kecelakaan terjadi pada pekerjaan yang punya AKP, maka AKP tersebut harus dikaji ulang kembali untuk menentukan apakah perlu atau tidak diadakan revisi. Jika AKP direvisi, semua pegawai yang terlibat dengan pekerjaan tersebut harus diberitahu tentang perubahan dan yang diinstruksikan dalam prosedur yang baru. Ketika nyaris celaka (near miss) atau kecelakaan akibat dari gagalnya mengikuti prosedur AKP, fakta tang diperoleh harus didiskusikan kepada semua yang terlibat mengerjakan pekerjaan tersebut dan setiap perbaikan pelaksanaan proses untuk mencegah terulangnya kembali kejadian tersebut.

MENJAGA ANALISA KESELAMATAN PEKERJAAN YANG ADA

Proses analisa keselamatan pekerjaan perlu untuk mengikutsertakan suatu langkah untuk mengkaji ulang analisa keselamatan pekerjaan dan merevisinya bila diperlukan. Umumnya, mengkaji ulang dapat dijadwalkan pada interval yang ditentukan atau Analisa Keselamatan Pekerjaan yang perlu dievaluasi ulang dapat diidentifikasi oleh pegawai atau komite keselamatan dengan menggunakan sistem prioritas. Jika ditemukan adanya penyimpangan antara Analisa Keselamatan Pekerjaan dan pekerjaan yang dilakukannya, hal ini menunjukan bahwa sudah waktunya perlu direvisi ulang.

Tambahan Instruksi Untuk Menyelesaikan Suatu Analisa Keselamatan Pekerjaan

Pertama-tama, pilihlah pekerjaan yang akan dianalisa dari tim AKP seperti yang diuraikan pada keterangan yang terdahulu.

Langkah pekerjaan dasar utama

  1. Uraikan pekerjaan menjadi langkah-langkah utama
  2. Buat daftar dalam urutan kejadian yang normal
  3. Terangkan kata apa, bukan bagaimana pada setiap langkah
  4. Dikaji ulang dengan pegawai yang berpengalaman

CONTOH: Mengisi bahan bakar gas pada mobil

  1. Matikan mesin/pasang rem parkir
  2. Keluar dari mobil
  3. Melepaskan penutup gas
  4. Lepaskan nozzle gas dari pompa
  5. Memasukkan nozzle pada tangki mobil
  6. Mengisi tangki
  7. Meletakkan kembali nozzle pompa
  8. Meletakkan kembali penutup gas
  9. Menaiki mobil
  10. Menghidupkan mesin/melepaskan rem parkir

Mengidentifikasi bahaya-bahaya yang potensial

  • Tanyakan pada setiap langkah kerja untuk bahaya-bahaya yang potensial
  • Dapatkan ide dari :
  1. Mengobeservasi pekerjaan yang sedang dilakukan
  2. Diskusikan dengan para pegawai dan tim AKP
  • Buat daftar setiap bahaya yang potensial

Prosedur yang Selamat

  • Untuk setiap bahaya potensial, tentukan dengan tepat apa yang harus dilakukan oleh pegawai atau tidak boleh dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan. (harus spesifik).
  • Tulis dengan jelas, bahasa yang mudah dimengerti seperti jika berbicara kepada pegawai. Hindari statement yang umum seperti hati-hati, awas, gunakan dengan hati-hati dsb.
  • Menjaga supaya Analisa Keselamatan Pekerjaan dapat digunakan dengan tepat, masukkan pada formulir AKP harus punya batas yang detail. Periksalah jika ada keterangan yang cukup bagaimana mengerjakan sesuatu pekerjaan dengan selamat dalam prosedur keselamatan, manual, kelas pelatihan, dll.

Apa Yang Perlu Dicari Selama Menganalisa Keselamatan Pada Pekerjaan

Kondisi Lingkungan – Apakah ada kondisi yang dapat berbahaya terhadap keselamatan atau kesehatan?

  • Apakah ada gas, uap, butiran, asap, atau debu di daerah tersebut?
  • Apakah cukup tersedia ventilasi untuk mengeluarkan udara yang terkontaminasi?
  • Apakah ada sumber panas atau dingin?
  • Apakah ada sumber radiasi?
  • Apakah ada penerangan yang cukup untuk melihat pekerjaan secara keseluruhan

Kontak yang mengakibatkan luka-luka – Apakah ada bahaya terpukul, dipukul, terjepit, tertimpa, tertindih, atau hal lainnya yang mengakibatkan kontak yang berbahaya terhadap suatu objek?

  • Dapatkah seseorang berhubungan dengan, terpukul oleh, terbelit oleh peralatan atau bagian yang bergerak?
  • Apakah ada titik-titik yang bergerak diantara dua bagian/alat yang bergerak, seperti tali kipas dan rodanya?
  • Apakah ruangan kerjanya cukup? Berada pada daerah yang bebas dari kebakaran? Bebas dari lalu lintas?
  • Apakah ada barang-barang (air, Lumpur, minyak, batu-batuan, dsb) atau bagian-bagian yang dapat terpukul pada orang?
  • Apakah sumber energi dikontrol? (dengan Lock-Out dan Tag-Out program)?
  • Apakah control mesin-mesin dilindungi?

Kelelahan – Dapatkah terjadi kelelahan yang disebabkan oleh mendorong, menarik, mengangkat, membengkok, memutar, atau dengan gerakan yang berulang?

  • Apakah pegawai berada pada penempatan/posisi tubuh yang baik?
  • Apakah pekerjaan tersebut memerlukan pengangkatan yang berlebihan?
  • Apakah pegawai memutar sewaktu mengangkat?
  • Apakah pekerjaan ini memerlukan gerakan yang berulang-ulang?

Tergelincir, Tersandung dan Terjatuh – Apakah ada potensi untuk jenis kecelakaan ini terjadi?

  • Apakah ada tumpahan air, minyak atau bahan-bahan yang licin pada lantai?
  • Apakah ada permukaan yang rendah atau dibawah?
  • Apakah ada bahaya yang dapat tersandung di lantai?
  • Apakah daerah tersebut diatas?
  • Apakah ada kemungkinan untuk jatuh pada level/permukaan yang lain?

Kunci Lain dari Tingkah Laku Yang Selamat

  • Apakah para pegawai menggunakan alat pelindung diri yang benar waktu bekerja?
  • Apakah pegawai menggunakan perkakas yang benar sewaktu bekerja?
  • Apakah pegawai mengangkat barang yang berat dengan peralatan yang digunakan untuk itu?
  • Apakah komunikasi baik sewaktu bekerja yang melibatkan beberapa orang atau pekerja?
  • Apakah seseorang telah memastikan bahwa peralatan telah dirawat secara berkala?
Contoh Formulir JSA
Contoh Formulir AKP/JSA

Loading...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.