Menuju Budaya K3 Yang lebih Kuat Di Indonesia

Sehubungan dengan peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (K3), Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization / ILO) dan Dewan K3 Nasional (DK3N) sedang mengadakan diskusi interaktif berjudul “Bahaya di Tempat Kerja, Pentingnya budaya K3” sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya K3 di tempat kerja sebagai tanggapan terhadap insiden K3 nasional terakhir.

JAKARTA (Siaran Pers Bersama) – Sehubungan dengan peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (K3), Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization / ILO) dan Dewan K3 Nasional (DK3N) sedang mengadakan diskusi interaktif berjudul “Bahaya di Tempat Kerja , Pentingnya K3 “pada hari Rabu, 31 Januari 2018, di Morrissey Hotel, Jakarta, dari pukul 14.00-17.00 WIB. Acara ini juga merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya K3 di tempat kerja sebagai tanggapan terhadap insiden K3 nasional terkini.

Pembicara utama untuk diskusi interaktif ini antara lain perwakilan dari DK3N, Departemen Tenaga Kerja, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Konfederasi Serikat Pekerja Sejahtera Indonesia (KSBSI). Mereka akan memeriksa lebih lanjut kondisi K3 di negara ini dan untuk membahas upaya yang harus dilakukan untuk membangun budaya pencegahan K3 dan untuk memastikan pelaksanaan K3 lebih baik dan lebih efektif, terutama di tempat kerja.

” DK3N akan bekerja sama dengan pemangku kepentingan dan mitra terkait dalam memperkuat kesadaran K3, pengukuran pencegahan dan pengendalian risiko untuk memastikan penerapan K3 lebih baik tidak hanya oleh industri tetapi juga oleh masyarakat luas.”

 

Rudiyanto, Wakil Ketua DK3N

Acara ini merupakan bagian dari kampanye K3 ILO yang dilakukan bersama dengan mitra sosialnya, yang bertujuan untuk menciptakan kesadaran dunia akan dimensi dan konsekuensi kecelakaan, luka dan penyakit terkait pekerjaan. Kampanye ini juga bertujuan untuk menempatkan kesehatan dan keselamatan semua pekerja dalam agenda internasional untuk merangsang dan mendukung tindakan praktis di semua tingkat.

Rudiyanto, Wakil Ketua DK3N, menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memastikan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi seluruh pekerja dan masyarakat Indonesia oleh peresmian DK3N oleh Departemen Tenaga Kerja Indonesia serta pembentukan komisi dan DK3N sekretariat untuk periode 2017-2021.

“DK3N akan bekerja sama dengan pemangku kepentingan dan mitra terkait dalam memperkuat kesadaran K3, pengukuran pencegahan dan pengendalian risiko untuk memastikan penerapan K3 lebih baik tidak hanya oleh industri tetapi juga oleh masyarakat luas,” katanya.

“Salah satu mandat ILO adalah mempromosikan lingkungan kerja yang aman dan sehat sebagai hak kerja dasar. Oleh karena itu, sangat penting bahwa tindakan pengamanan di tempat kerja yang diperlukan diterapkan untuk memperbaiki perlindungan kesehatan dan kehidupan semua pekerja dari bahaya dasar namun penting. ILO terus mendukung upaya negara-negara anggota untuk memperkuat kapasitas mereka dalam mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja, “kata Michiko Miyamoto, Country Director ILO di Indonesia.

Acara ini merupakan yang pertama dari serangkaian diskusi dan kegiatan K3 lainnya. Acara ini dilakukan oleh ILO melalui proyek K3 di Indonesia yang diberi nama ‘SafeYouth @ Work’ yang mendukung Pemerintah Indonesia dan mitra sosialnya untuk mempromosikan K3 bagi pekerja muda, termasuk dengan mengadaptasi undang-undang dan kebijakan K3 sesuai persyaratan ILO. Kerangka Promosi Konvensi K3 (Konvensi No. 187) yang diratifikasi oleh Indonesia pada bulan Agustus 2015.

” Salah satu mandat ILO adalah mempromosikan lingkungan kerja yang aman dan sehat sebagai hak kerja dasar. Oleh karena itu, sangat penting bahwa tindakan pengamanan di tempat kerja yang diperlukan diterapkan untuk memperbaiki perlindungan kesehatan dan kehidupan semua pekerja dari bahaya dasar namun penting. ILO terus mendukung upaya negara-negara anggota untuk memperkuat kapasitas mereka dalam mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja. ”

 

Michiko Miyamoto, Direktur ILO di Indonesia

Insiden nasional baru-baru ini merupakan peringatan nyata akan kondisi yang tidak aman yang masih dihadapi banyak orang. Menurut perkiraan ILO terbaru, lebih dari 1,8 juta kematian terkait pekerjaan terjadi setiap tahun di kawasan Asia dan Pasifik. Sebenarnya, sekitar 2/3 kematian akibat kerja global terjadi di Asia. Di tingkat global, lebih dari 2,78 juta orang meninggal per tahun akibat kecelakaan kerja atau penyakit terkait pekerjaan. Selain itu, ada sekitar 374 juta cedera dan penyakit akibat kecelakaan kerja non-fatal setiap tahun, banyak di antaranya mengakibatkan ketidakhadiran dalam pekerjaan.

Sumber

Tinggalkan Balasan