Kebisingan dan Penggunaan Alat Pelindung Pendengaran Di Tempat Kerja

Bekerja di daerah dengan tingkat kebisingan yang sangat tinggi bukanlah hal yang nyaman dan baik bagi lingkungan kerja termasuk untuk pekerja itu sendiri, Pekerja yang terkena kebisingan yang berlebihan harus menggunakan APD yang sesuai termasuk sangkutan telinga, muffs, atau keduanya saat kontrol teknik atau administratif tidak memungkinkan untuk mengurangi paparan.

Tentunya faktor kebisingan ini akan membuat suasana lingkungan kerja menjadi tidak nyaman serta berbahaya bagi kesehatan untuk semua pekerja yang berada di lingkungan tersebut

Perlindungan pendengaran adalah bagian dari program konservasi pendengaran yang diperlukan saat paparan suara melebihi tingkat tindakan “85 desibel pada skala A (dBA)”

Pemilihan dan Penggunaan Alat Bantu Dengar

Potensi Bahaya :

Beberapa operasi di galangan kapal, bidang permesinan atau konstruksi menghasilkan suara yang berlebihan yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Sebagai contoh untuk operasi perbaikan kapal suara yang paling keras berasal dari :

  • Peledakan Abrasi
  • Jarum penembak
  • Scaling
  • Penggilingan
  • Carbon Arcing / Arc gouging
  • Pompa Pneumatik
  • Pembersihan uap bertekanan tinggi
  • Peralatan ventilasi

Solusi Persyaratan dan Contoh:

  • Mengembangkan dan menerapkan Program Konservasi Pendengaran yang efektif saat tingkat tindakan terlampaui.
  • Ikuti persyaratan perlindungan pendengaran.
  • Pelindung pendengaran diperlukan bila tingkat kebisingan melebihi batas paparan yang diijinkan (PEL) 90 dBA yang diukur sebagai time-weighted average (TWA). berdasarkan OSHA dan Permenakertrans Nomor : Per.13/MEN/X/2011 Tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika Dan Faktor Kimia Di Tempat Kerja (Pasal 5 Ayat 1)
  • Pelindung pendengaran harus mengurangi kebisingan ke tingkat yang dapat diterima yang mungkin memerlukan penggunaan ganda sangkutan telinga dan muffs.
  • Tinjaulah Noise Reduction Ratings (NRR) untuk perangkat perlindungan pendengaran tertentu.

Catatan: 5 dB dapat ditambahkan ke NRR perangkat yang paling protektif saat menggunakan kedua sangkutan telinga dan muffs.

Program Konservasi Pendengaran

Bila paparan suara ditempat kerja sama dengan atau melebihi time-weighted average (TWA) 8 jam dari 85 desibel pada skala A (dBA), pengusaha harus mengembangkan dan melaksanakan program konservasi pendengaran.

Program konservasi pendengaran terdiri dari beberapa unsur-unsur berikut ini:

  • Pemantauan tingkat kebisingan
  • Tes audiometrik (tes pendengaran)
  • Sosialisasi dan Pelatihan
  • Penyediaan alat pelindung pendengaran

Loading...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.