Apa Saja Konsep Dasar K3

Jika kita bicara masalah K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) maka tidak akan ada habis-habisnya, akan tetapi kita harus sadar bahwa K3 itu sendiri adalah poin pokok di dalam memajukan kesejahteraan untuk menjamin keselamatan kita, baik di tempat kerja maupun di tempat umum.

Budaya K3 kerap sekali tidak bisa dilaksanakan secara baik, dikarenakan masih banyaknya yang memiliki kesadaran yang rendah akan pemahaman tentang K3.

Jadi bagaimana caranya agar kita memahami konsep dasar secara singkat mengenai K3 itu sendiri, Berikut beberapa konsep kunci dasar dalam penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang harus anda ketahui, diantaranya adalah :

  • Bahaya – sumber, situasi, atau tindakan yang berpotensi membahayakan dalam hal cedera kepada manusia atau dampak kesehatan yang buruk, atau kombinasi dari kedua ini yaitu segala sesuatu yang ada di tempat kerja yang berpotensi menyebabkan luka pada pekerja, baik kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja.
  • Risiko – kombinasi dari kemungkinan terjadinya kejadian berbahaya atau terpapar dan keparahan cedera atau kesehatan yang buruk yang dapat disebabkan oleh kejadian atau paparan.
  • Penilaian risiko – adalah proses mengevaluasi risiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja dari bahaya di tempat kerja. Ini adalah pemeriksaan sistematis terhadap semua aspek pekerjaan yang mempertimbangkan:
  1. apa yang bisa menyebabkan luka atau bahaya
  2. apakah bahaya bisa dieliminasi dan jika tidak,
  3. Tindakan pencegahan atau perlindungan apa, atau seharusnya, untuk mengendalikan risiko itu.
  • Keselamatan – sangat sulit untuk didefinisikan. Keselamatan adalah keadaan “aman” yaitu bebas dari bahaya atau risiko, namun dalam praktiknya keadaan ini tidak pernah didapat. Oleh karena itu, keselamatan harus dilihat sebagai penilaian nilai mengenai tingkat risiko cedera yang dianggap dapat diterima.
  • Kesehatan – dalam kaitannya dengan pekerjaan, tidak hanya mengindikasikan tidak adanya penyakit atau kelemahan; Ini juga mencakup elemen fisik dan mental yang mempengaruhi kesehatan yang berhubungan langsung dengan keselamatan dan kebersihan di tempat kerja.
  • Penyakit kerja – sebagai akibat dari paparan selama periode waktu terhadap faktor risiko (zat kimia, fisik atau biologi) yang timbul dari aktivitas kerja, yaitu penyakit kronis yang terjadi sebagai akibat kerja atau aktivitas kerja. . Hal ini biasanya diidentifikasi ketika ditunjukkan bahwa hal itu lebih umum terjadi pada badan pekerja tertentu daripada pada populasi umum, atau populasi pekerja lainnya. Contohnya termasuk penyakit pernafasan (misalnya asbestosis atau asma kerja), penyakit kulit, gangguan muskuloskeletal (misalnya sindroma carpal tunnel) dan kanker akibat kerja.
  • Kecelakaan kerja – adalah kejadian tersendiri dalam perjalanan kerja (walaupun kecelakaan terjadi di tempat perusahaan, atau jika hal itu disebabkan oleh pihak ketiga), yang menyebabkan kerugian fisik atau mental.
  • Pencegahan – semua langkah-langkah atau tindakan yang diambil atau direncanakan pada semua tahap kerja dalam usaha untuk mencegah atau mengurangi risiko pekerjaan.

Mengenai ruang lingkup, konsep K3 berlaku untuk semua jenis pekerjaan, mulai dari konstruksi, pertanian, manufaktur, pertambangan, perikanan, hingga toko, kantor atau perawatan kesehatan dan juga untuk pekerjaan subkontrak. Selanjutnya, untuk tujuan K3 disamping masa kerja, pergantian dari tempat kerja juga dianggap sebagai bagian dari hari kerja. Oleh karena itu komuter yang aman juga menjadi perhatian dalam K3.

Tinggalkan Balasan