Alasan Masih Lemahnya Penerapan Keselamatan Kerja di Indonesia

Akhir-akhir ini kita sering mendengar dan melihat berita di media masa mengenai kecelakaan kerja di berbagai proyek pembangunan baik proyek pemerintah sendiri maupun kalangan swasta khususnya di indonesia dan tentunya semua itu tidaklah kita inginkan terjadi dan menimpa bagi siapapun dalam praktek penerapan keselamatan kerja selama bekerja.

Keselamatan adalah suatu keadaan aman, dalam suatu kondisi yang aman secara fisik, sosial, spiritual, finansial, politis, emosional, pekerjaan, psikologis, ataupun pendidikan dan terhindar dari ancaman terhadap faktor-faktor tersebut.

Kecelakaan adalah kejadian yang tidak terduga (tidak ada unsur kesengajaan) dan tidak diharapkan karena mengakibatkan kerugian, baik material maupun penderitaan bagi yang mengalaminya.

Keselamatan dan kecelakaan mempunyai kaitan erat yang tidak dapat dipisahkan dari kedua kata tersebut.

Kali ini kita akan mengulas bagaimana kecelakaan kerja tersebut sering terjadi di dalam pembangunan proyek maupun pelaksanaan yang berimbas pada lemahnya penerapan sistem keselamatan kerja di indonesia.

Berikut beberapa masalah yang perlu untuk di ketahui, diantaranya adalah :

Manajemen :

Hampir 80% kecelakaan kerja di awali oleh buruknya penerapan dan rancangan sistiem keselamatan kerja yang diterapkan oleh masing-masing manajemen perusahaan, penerapan dilapangan terkadang hanya bersifat formalitas yang tidak betul-betul dilaksanakan sesuai dengan peraturan dan standar yang berlaku.

Hal ini tentu berkaitan dengan kebijakan perusahaan, administrasi (dokumen teknis) dan keuangan yang mereka alokasikan khususnya untuk penerapan sistem keselamatan kerja di saat mereka melaksanakan pekerjaan yang diberikan oleh pemilik proyek (Owner).

Tender :

Banyak yang mengatakan bahwa nilai tender sangat mempengaruhi kinerja keselamatan kerja, mengapa demikian?

Karena hampir semua pemenang tender berada di angka penawaran yang rendah yang di putuskan oleh pemilik proyek.

Sebagi contoh : Jika saja sebuah perusahaan memenangi sebuah tender untuk pengerjaan proyek infrastruktur dengan angka tender yang jauh lebih murah dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan pesaingnya yang menawarkan angka yang sedikit lebih tinggi, maka bisa dipastikan perusahaan yang memenangi proyek tersebut akan mengurangi sedikit banyaknya sistem penerapan dilapangan berupa pemangkasan biaya operasional dan kegiatan lainnya yang dapat mempengaruhi sistem manajemen keselamatan kerja.

Kita tahu bahwa untuk menerapkan sistem keselamatan kerja yang betul-betul sesuai dengan peraturan dan standar, maka akan membutuhkan biaya yang cukup tinggi dan tentunya sangat sulit bagi perusahaan tersebut untuk menjalankan sesuai dengan yang di harapkan dengan nilai proyek yang pas-pasan saja.

Perusahaan manapun pasti mempunyai prinsip bahwa mereka tidak ingin rugi dalam segi apapun, oleh karena itu sedikit banyaknya mereka akan berusaha melakukan pemangkasan dan penekanan anggaran biaya operasional untuk kegiatan selama proyek berlangsung.

Pada dasarnya setiap perusahaan yang ikut dalam proses tender pasti telah mempersiapkan segala kebutuhan yang di syaratkan oleh pemberi kerja termasuk dokumen, sertifikat dan syarat-syarat teksnis lainnya yang berkaitan dengan peraturan dan standar.

Akan tetapi biasanya pada awal tender mereka mempresentasikan dengan segala kelebihan yang mereka miliki untuk bisa menarik perhatian si pemberi kerja, setelah mereka memenangi tender maka tidak sedikit pula perusahaan tersebut dengan berjalannya waktu melenceng dari janji semula yang mereka gambarkan.

Oleh karena itu sedikit banyaknya proyek-proyek di indonesia menjadi mangkrak di karenakan tidak menghitung nilai proyek dengan benar sesuai dengan harapan, di tambah dengan kejadian berupa kecelakaan kerja yang dapat menghentikan sementara waktu proyek yang sedang berlangsung, jika telah menelan korban dan proyek di hentikan dengan waktu yang tidak bisa ditentukan, maka di pastikan akan berdampak pada kerugian waktu dan keuangan mereka.

Sumber Daya Manusia

95% kecelakaan kerja disebabkan oleh sumber daya manusia atau pekerja.

Jika bicara masalah SDM ini sangat menarik, kenapa demikian? Karena sumber daya manusialah yang menggerakan segala kegiatan dan sistem pelaksanaan di dalam perusahaan tersebut.

Rata-rata perusahaan yang memiliki niat yang buruk dalam pelaksanaan pekerjaan adalah perusahaan yang berusaha merekrut SDM yang masih memiliki kualitas dan pengalaman yang minim serta mau dibayar murah dan tidak terkecuali petugas keselamatan kerja.

Lain halnya dengan perusahaan yang serius dengan niat yang baik, biasanya mereka pastinya akan merekrut orang yang berkualitas, kompeten dan memiliki pengalaman yang tinggi, untuk bisa memajukan kinerja perusahaan mereka, dan tentunya perusahaan itu serius dalam hal kesejahteraan karyawan termasuk gaji yang menggiurkan yang ditawarkan.

Pengawasan

Bicara masalah pengawasan tidak bisa kita andalkan hanya satu pihak saja seperti manager perusahaan atau pengawas lapangan yang ditunjuk oleh internal perusahaan sendiri, hal terpenting dalam baiknya penerapan sistem keselamatan kerja adalah aktifnya pengawasan yang dilakukan oleh pihak departemen tenaga kerja (DEPNAKER).

Kenapa demikian? Karena mereka memiliki wewenang dalam memberikan teguran, saran dan nasehat kepada setiap perusahaan yang melanggar peraturan dan standar yang berlaku sesuai dengan bidang dan skope pekerjaan yang mereka lakukan.

Jika DEPNAKER tidak aktif dan hanya menunggu bola saja di saat ada keluhan ketenagakerjaan, maka bisa dipastikan akan menguntungkan perusahaan yang tidak menerapkan sistem keselamatan kerja yang baik.

Beda halnya dengan aktifnya pihak DEPNAKER terjun kelapangan dan mencari informasi kepada seluruh tenaga kerja tentang kinerja perusahaan tempat mereka bekerja, bisa dipastikan sedikit banyaknnya perusahaan itu akan menerapkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Dan tentunya masih banyak lagi faktor-faktor yang dapat membuat lemahnya penerapan sistem keselamatan kerja di indonesia, akan tetapi beberapa kajian di atas ini sudah mewakili sebagian dari awal penyebab lemahnya penerapan keselamatan kerja di indonesia.


Baca Juga :

Loading...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.