Penyakit Akibat Kerja atau Hubungan Kerja

Penyakit Akibat Kerja (PAK) atau Occupational Diseases adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau situasi didalam lingkungan kerja, hal ini mengacu kepada Peraturan menteri Tenaga Kerja RI Nomor. Per. 01/Men/1981 dan Keputusan Presiden RI Nomor. 22/1993 dan untuk lebih jelasnya silahkan anda baca dan lihat daftar aturannya disini.

Sedangkan Penyakit Akibat Hubungan Kerja atau Work Related Diseases adalah penyakit yang dicetuskan, dipermudah atau diperberat oleh suatu pekerjaan.

Pandangan Umum

Penyakit ini secara umum disebabkan secara tidak langsung oleh faktor pekerjaan dan biasanya penyebabnya adalah dari berbagai jenis faktor, seperti yang dapat kami jelaskan dibawah ini :

1. Faktor Fisik

  • Suara tinggi/bising : menyebabkan ketulian
  • Temperatur/suhu tinggi : menyebabkan Hyperpireksi, Milliaria, heat Cramp, Heat Exhaustion, Heat Stroke.
  • Radiasi sinar elektromagnetik : infra merah menyebabkan katarak, ultraviolet menyebabkan konjungtivitis, radioaktrif/alfa/beta/gama/X-ray menyebabkan gangguan terhadap sel tubuh manusia.
  • Tekanan udara tinggi : menyebabkan Coison Disease
  • Getaran :menyebabkan Reynaud’s Disease, Gangguan proses metabolisme, Polineurutis.

2. Faktor Kimia

  • Asal : bahan baku,  bahan tambahan, hasil antara, hasil samping, hasil (produk), sisa produksi atau bahan buangan.
  • Bentuk : zat padat, cair, gas, uap maupun partikel.
  • Cara masuk tubuh dapat melalui saluran pernafasan, saluran pencernaan, kulit dan mukosa
  • Masuknya dapat secara akut dan secara kronis
  • Efek terhadap tubuh : iritasi, alergi, korosif, Asphyxia, keracunan sistemik, kanker, kerusakan/kelainan janin, pneumoconiosis, efek bius (narkose), Pengaruh genetik.

3. Faktor Biologi:

  • Viral Diseases : Rabies, Hepatitis
  • Bakterial Diseases : Anthrax, Leptospirosis, Brucellosis, TBC, Tetanus
  • Fungal Diseases : Dermatophytoses, Histoplasmosis
  • Parasitic Diseases : Ancylostomiasis, Schistosomiasis.

4. Faktor Ergonomi/fisiologi:

  • Akibat : cara kerja, posisi kerja, alat kerja, lingkungan kerja yang salah, Kontsruksi salah.
  • Efek terhadap tubuh : kelelahan fisik, nyeri otot, deformitas tulang, perubahan bentuk, dislokasi, kecelakaan.

5. Faktor mental Psikologi:

  • Akibat : Organisasi kerja (type kepemimpinan, Hubungan kerja, Komunikasi, keamanan), Type kerja (monoton, berulang-ulang, kerja berlebihan, kerja kurang, kerja shift, terpencil)
  • Manifestasinya berupa stress

Bagaimana Cara kita mendeteksi penyakit akibat kerja, antara lain adalah :

1. Monitoring Kesehatan Tenaga Kerja

  • Riwayat penyakit
  • Riwayat pekerjaan
  • Pemeriksaan klinik
  • Pemeriksaan laboratoris
  • Pemeriksaan Rontgen
  • Hubungan antara bekerja dan tidak bekerja dengan gejala penyakit.

2. Monitoring Lingkungan Kerja

Beberapa contoh penyakit akibat kerja dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Penyakit alergi/hipersensitif

  • Penyebab; bahan kimia, microbiologi, fisis dapat merangsang interaksi non spesifik atau spesifik.
  • Dapat berupa; Rinitis, Rinosinusitis, Asma, Pneumonitis, aspergilosis akut bronchopulmoner, Hipersensitivitas lateks, penyakit jamur, dermatitis kontak, anafilaksis.
  • Lokasi biasanya di saluran pernafsan dan kulit

2. Dermatitis Kontak

  • Ada 2 jenis yaitu iritan dan allergi
  • Lokasinya pada kulit

3. Penyakit Paru

  • Disebabkan oleh bahan kimia, fisis, microbiologi.
  • Dapat berupa : Bronchitis kronis, emfisema, karsinoma bronkus, fibrosis, TBC, mesetelioma, pneumonia, Sarkoidosis.

4. Penyakit Hati dan Gastro-intestinal

  • Disebabkan oleh bahan kimia
  • Dapat berupa : kanker lambung dan kanker oesofagus (tambang batubara dan vulkanisir karet), Cirhosis hati(alkohol, karbon tetraklorida, trichloroethylene, kloroform)

5. Penyakit Saluran Urogenital

  • Disebabkan oleh bahan kimia.
  • Dapat berupa : gagal ginjal (logam cadmium & merkuri ,pelarut organik, pestisida, carbon tetrachlorid), kanker vesica urinaria (karet, manufaktur/bahan pewarna organik, benzidin, 2-naphthylamin).

6. Penyakit Hematologi

  • Disebabkan oleh bahan kimia
  • Dapat berupa : anemia (Pb), lekemia (benzena)

7.Penyakit Kardiovaskuler

  • Disebabkan oleh bahan kimia
  • Dapat berupa : jantung coroner (karbon disulfida, viscon rayon, gliceril trinitrat, ethylene glicol dinitrat), febrilasi ventricel (trichlorethylene).

8. Gangguan alat reproduksi

  • Disebabkan bahan kimia dan kerja fisik
  • Dapat berupa : infertilitas (ethylene bromida, benzena, anasthetic gas, timbal, pelarut organic, karbon disulfida, vinyl klorida, chlorophene), kerusakan janin (aneteses gas, mercuri, pelarut organik) keguguran (kerja fisik)

9. Penyakit muskuloskeletal

  • Disebabkan : kerja fisik dan tidak ergonomis.
  • Dapat berupa : sindroma Raynaud (getaran 20 – 400 Hz), Carpal turnel syndroma (tekanan yang berulang pada lengan), HNP/sakit punggung (pekerjaan fisik berat, tidak ergonomis).

10. Gangguan telinga

  • Disebabkan faktor fisik
  • Dapat berupa : Penurunan pendengaran (bising diatas NAB)

11. Gangguan mata

  • Disebabkan faktor fisik, biologi.
  • Dapat berupa : rasa sakit (penataan pencahayaan), conjungtivitis (sinar UV), katarak (infra merah), gatal (bahan organik hewan, debu padi), iritasi non alergi (chlor, formaldehid).

12. Gangguan susunan saraf

  • Disebabkan bahan kimia
  • Dapat berupa : pusing, tidak konsentrasi, sering lupa, depresi, neuropati perifer, ataksia serebeler dan penyakit motor neuron (cat, carpet-tile lining, lab. Kimia, petrolium, oli).

13. Stress

  • Disebabkan faktor mental psikologi
  • Dapat berupa : neuropsikiatrik; ansietas, depresi (hubungan kerja kurang baik, monoton, upah kurang, suasana kerja tidak nyaman)

14. Infeksi

  • Disebabkan oleh faktor biologi
  • Dapat berupa : pneumonia (legionella pada AC), leptospirosis (leptospira pada petani), brucellosis, antrakosis (brucella, antrak pada peternak hewan).

15. Keracunan

  • Disebabkan oleh bahan kimia.
  • Dapat berupa keracunan akut (CO, Hidrogen sulfida, hidrogen sianida), kronis (timah hitam, merkuri, pestisida).

Loading...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.