Apakah Gangguan Kejiwaan Selalu Menggunakan Obat Penenang

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas sedikit banyak tentang pengobatan dengan menggunakan farmakoterapi atau menggunakan obat di bidang psikiatri untuk gangguan kejiwaan.

Sampai saat masih sering sekali terjadi suatu kesimpang-siuran tentang bagaimana pengobatan psikiatri ini, beberapa pasien sering merasa takut untuk datang ke psikiater karena khawatir akan membuat ketergantungan terhadap pengobatnya, sebenarnya yang paling penting adalah bagaimana kita memahami bahwa pengobatan untuk kondisi gangguan kejiwaan itu tidak hanya selalu dengan obat-obatan saja, tetapi juga menggunakan teknik-teknik lain seperti psikoterapi atau terapi fisik.

Namun mungkin di dalam prakteknya sering kali kita temukan masalah-masalah terkait dengan gangguan kejiwaan pada permulaannya diberikan pengobatan dengan obat antidepresan, antipsikotik, obat anti cemas / obat penenang dan obat-obatan jenis golongan lainnya.

jpgPada dasarnya pasien yang datang ke dokter jiwa mengeluh gangguan-gangguan prilaku perasaan maupun pikiran dan kita tahu bahwa masalah ini timbul dari ketidak seimbangan sistem di otak kita, ketidak seimbangan ini bisa jadi sudah berlangsung sebentar atau sudah berlangsung sangat lama, sangat tergantung dengan kondisi dan bagaimana kondisi pasien terhadap gejala-gejalanya tersebut.

Pada kesempatan ini saya ingin menekankan kembali bahwa pengobatan dengan obat-obat psikiatri tidak selalu di idientikan dengan obat penenang, Mengapa demikian?

Karena ada kesan psikiater selalu memberikan obat penenang, obat yang bisa membuat pasien tidur berhari-hari, bahkan tidak bisa beraktivitas, tetapi ini semua tidak sepenuhnya benar.

Pada beberapa kasus mungkin memang diperlukan obat yang bisa membuat pasien tidur yang lebih lama ataupun mengistirahatkan pasien sementara, misalnya pada pasien-pasien dengan gejala psikotik akut yaitu suatu kondisi gejala gaduh gelisah yang sangat berat yang membuat pasien seperti orang yang mau mengamuk atau kacau.

Tentunya pada pasien seperti ini jika di rawat pun dia bisanya akan diberikan obat yang membantu dia untuk lebih tenang dan rileks.

Nah, keluarga ataupun misalnya orang yang ada di dekat pasien melihatnya sebagai suatu keadaan yang jadi tenang sekali, tetapi sebenarnya hal ini sangat berguna untuk pengobatan.

Selanjutnya adalah banyak pasien yang sering merasa bahwa semua obat psikiater adalah obat penenang, padahal yang termasuk dengan obat penenang itu adalah golongan benzodiazepin, memang dulu ada istilah mayor tranquilizer dan minor tranquilizer obat yang menenangkan yang sifatnya besar “mayor” dan obat yang menenangkan yang sifatnya kecil “minor”.

Sebenarnya obat penenang yang dimaksud mungkin adalah golongan benzodiazepin, seperti : alprazolam, diazepam, clobazam, lorazepam maupun misalnya golongan-golongan seperti yang dulu sering digunakan yaitu bromazepam dan nitrazepam.

Obat-obat ini disebut generik anemia dan mungkin anda sebagian sudah mengetahui merek-merek yang berkaitan dengan obat tersebut.

Seperti yang kami kutip dari pernyataan Dr. Andri – Spesialis kedokteran jiwa dari klinik psikosomatik RS. OMI alam sutera, bahwa Obat penenang bukan tidak perlu di dalam praktek pengobatan psikiater, obat ini sangat diperlukan terutama untuk kasus-kasus gangguan kecemasan yang akut atau tiba-tiba, misalnya contohnya alprazolam, penggunaan obat alprazolam ini harus berhati-hati dalam menggunakannya karena obat ini mudah mengalami toleransi dan bisa menjadi ketergantungan bagi seseorang, tetapi bukan berarti obat ini tidak diperlukan, melainkan obat ini sangat dibutuhkan bahkan untuk kasus-kasus yang paniknya sangat dominan gejalannya.

Tentunya tidak dilupakan bahwa pengobatan generasi lini pertama untuk banyak gangguan cemas saat ini juga dengan menggunakan antidepresan, tidak seperti dulu yang mungkin antidepresan hanya digunakan untuk gangguan depresi, selain dari obat penenang yang sebenarnya merupakan golongan obat anti cemas.

Psikiater juga sering menggunakan obat-obatan seperti : mood stabilizer, Lithium , asam valproat, lamotrigin dan obat-obatan anti epilepsi yang mempunyai sifat untuk mengurangi nyeri seperti : pregabalin ataupun gabapentin atau juga sebagai mood stabilizer/penyeimbang mood, obat-obat ini didalam praktek pengobatan juga sangat berguna untuk pasien-pasien psikiatri.

Yang terpenting adalah jangan takut berobat ke psikater karena pastinya psikater akan memberikan pengobatan yang tepat untuk anda dan jangan selalu mengidentifikasikan bahwa ke psikater pasti anda akan diberikan obat, kalau memang diperlukan pengobatan tidak masalah, karena itulah perbaikan akan dapat dicapai, tetapi bukan satu-satunya obat yang menjadi jalan keluar, terapi yang berkaitan dengan psikoterapi, yaitu seperti terapi fisik dan juga kondisi yang berkaitan dengan diri sendiri itu sangat mempengaruhi pengobatan, semoga apa yang telah dijelaskan diatas ini bermanfaat bagi anda.

Loading...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.