Apa Itu Penyakit PES

Penyakit Pes (sampar/plague) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Yersenia pestis yang ditularkan melalui gigitan pinjal (Xenopsylla cheopis) yang telah terinfeksi bakteri Yersenia pestis.

Ada 2 jenis penyakit Pes diantaranya yaitu:

Pes Bubonic : Pes yang mengenai kelenjar getah bening pada paha, ketiak atau leher. Jika tidak diobati dapat menyebabkan penyebaran ke seluruh tubuh (Pes septic).

Pes Pneumonic : Pes yang mengenai organ paru. Pes ini sulit dikontrol dan tanpa pengobatan yang adekuat dapat mengakibatkan kematian (50-60%). Pes pneumonic dapat ditularkan kepada orang lain melalui pernafasan.

Penyakit pes disebarkan oleh hewan pengerat (terutama tikus).

 

Wabah penyakit ini banyak terjadi dalam sejarah, dan telah menimbulkan korban jiwa yang besar. Kasus yang paling dramatis adalah Kematian Hitam (“Black Death”) yang terjadi di Eropa pada Abad Pertengahan.

 

Kejadian serangan pes masih dapat ditemui di beberapa belahan dunia hingga kini.

Lalu bagaimana bagaimanakah gejala dari penyakit Pes itu?

Penyakit Pes pada umumnya dapat menimbulkan gejala klinis, antara lain adalah:

  • Demam tiba-tiba sampai menyebabkan kejang
  • Nyeri di daerah lipat paha, ketiak dan leher
  • Nyeri otot
  • Bubo (benjolan sebesar buah duku di lipat paha, ketiak dan leher)
  • Biasanya disertai adanya riwayat pernah kontak dengan tikus mati/orang yang sakit diduga sakit Pes
  • Bila tidak cepat diberikan pertolongan akan mengakibatkan kematian

Bagaimana cara penularan penyakit tersebut?

Penularan Pes dapat terjadi melalui beberapa cara diantaranya adalah:

  • Gigitan pinjal yang terinfeksi bakteri.
  • Kontak langsung dengan cairan, jaringan atau bagian tubuh hewan mati lainnya, yang terinfeksi Pes atau kontak langsung dengan cairan (pus) dari manusia yang terinfeksi Pes bubo.
  • Penularan langsung dari manusia ke manusia dapat terjadi pada kasus Pes tipe pneumonic. Orang yang sakit Pes tipe pneumonic dapat menularkan Pes melalui kontak langsung atau kontak erat yaitu melalui droplets pada saat batuk atau pun bersin, kemudian droplets dapat terhirup oleh orang sehat.

Kapan gejalanya akan timbul?

Gejala akan timbul dalam kurun waktu 1 hingga 7 hari setelah seseorang terinfeksi

Bagaimana cara pengobatan penyakit Pes?

Pengobatan yang dilakukan bila seseorang terinfeksi penyakit Pes adalah memberikan obat anti nyeri/penurun panas, dan segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang adekuat serta dilakukan pengambilan spesimen untuk konfirmasi laboratorium.

Bagaimana cara pencegahannya?

Pencegahan penularan penyakit Pes dapat dilakukan dengan beberapa hal berikut ini:

  • Hindari gigitan pinjal
  • Gunakan masker (tipe pneumonic) dan hindari kontak erat dengan orang yang sakit.
  • Cuci tangan dengan deterjen (sabun) setelah kontak dengan tikus/bangkai tikus atau binatang berbulu sejenis pengerat
  • Tidak menyimpan sampah di dalam rumah agar tidak mengundang tikus
  • Ventilasi udara dengan sirkulasi yang baik
  • Pencahayaan yang cukup untuk menerangi ruangan rumah
  • Jangan menyimpan cucian piring kotor/perlengkapan makan, segera dibersihkan agar tidak mengundang tikus
  • Hindari kontak dengan tikus mati
  • Kontrol terhadap pinjal tikus dengan metoda dusting (penaburan bubuk insektisida pada jalan tikus.
  • Bagi orang yang akan melakukan perjalanan ke negara terjangkit dianjurkan untuk menggunakan repelen sebagai upaya pencegahan terhadap gigitan pinjal. Gunakan masker penutup mulut dan hidung untuk mencegah penularan penyakit Pes tipe pneumonic

Apakah sudah tersedia vaksinasi untuk mencegah terjangkit penyakit Pes?

Vaksinasi hanya diberikan kepada orang dengan risiko tinggi terinfeksi penyakit Pes seperti pekerja laboratorium yang secara terus menerus menangani spesimen terinfeksi Pes dan tenaga kesehatan yang sering menangani penderita penyakit Pes.

Apakah bila berpergian ke daerah endemis penyakit Pes harus divaksinasi?

Vaksin Pes (untuk tipe bubonic) tidak tersedia secara bebas di pasaran, dan hanya direkomendasikan bagi orang yang berisiko tinggi (petugas laboratorium dan tenaga kesehatan yang merawat pasien).

Negara mana saja yang pernah melaporkan adanya kasus penyakit Pes?

Wabah Pes banyak dilaporkan di wilayah endemik seperti negara – negara di benua Afrika, negara bekas Uni Soviet, Amerika dan Asia. Distribusi wabah bertepatan dengan distribusi geografis dari hewan pengerat itu menginfeksi, yang ditemukan di semua benua kecuali Australia, dalam sabuk yang luas di daerah tropis, subtropis dan hangat daerah beriklim sedang. Epidemi wabah pernah dilaporkan di Afrika, Asia, dan Amerika Selatan namun sejak tahun 1990-an, sebagian besar kasus manusia  banyak dilaporkan di Afrika. Adapun 3 negara endemik saat ini adalah Madagaskar, Republik Demokratik Kongo dan Peru.

Sumber : WHO & Infopenyakit

Loading...

Tinggalkan Balasan