3 Jenis Kutu Yang Bersarang di Tubuh Kita?

Hingga saat ini masih banyak orang-orang yang bertanya tentang parasit/kutu yang bersarang di tubuh manusia.

Kutu adalah serangga parasit yang bisa ditemukan di kepala orang, dan tubuh, termasuk daerah kemaluan. Kutu manusia bertahan hidup dengan memberi makan darah manusia. Kutu yang ditemukan di setiap area tubuh berbeda satu sama lain. Ketiga jenis kutu yang hidup pada manusia adalah:

  • Pediculus humanus capitis ( Kutu di kepala),
  • Pediculus humanus corporis (body louse, kutu pakaian), dan
  • Pthirus pubis (kutu “kepiting”, kutu kemaluan).

Hanya kutu tubuh yang diketahui menyebarkan penyakit.

Infestasi kutu (pediculosis dan pthiriasis) menyebar paling sering oleh kontak orang-ke-orang. Anjing, kucing, dan hewan piaraan lainnya tidak berperan dalam transmisi kutu manusia. Kutu bergerak dengan merangkak, mereka tidak bisa melompat atau terbang. Baik obat bebas maupun obat resep tersedia untuk pengobatan infestasi kutu.

Kutu Rambut

pngKutu kepala dewasa berukuran 2,1-3,3 mm. Kutu kepala menempati disekitar kepala dan leher dan menempelkan telurnya ke dasar batang rambut. Kutu bergerak dengan merangkak, mereka tidak bisa melompat atau terbang.

Penyakit :

Kutu kepala tidak diketahui menularkan penyakit apapun dan oleh karena itu tidak dianggap sebagai bahaya kesehatan.

Infestasi kutu kepala bisa asimtomatik, terutama dengan infestasi pertama atau saat infestasi ringan. Rasa gatal (“pruritus”) adalah gejala paling umum infestasi kutu kepala dan disebabkan oleh reaksi alergi terhadap gigitan kutu. Mungkin perlu 4-6 minggu menyebabkan gatal untuk pertama kali muncul pada seseorang yang memiliki kutu kepala.

Gejala lainnya meliputi:

  • perasaan menggelitik atau sensasi sesuatu yang bergerak di rambut;
  • lekas marah dan tidak bisa tidur; dan
  • Luka di kepala disebabkan oleh goresan. Luka ini yang disebabkan oleh goresan kadang kala bisa terinfeksi bakteri yang biasanya ditemukan di kulit seseorang.

 Kutu Tubuh

pngKutu tubuh dewasa berukuran 2,3-3,6 mm. Kutu tubuh hidup dan bertelur di atas pakaian dan hanya pindah ke kulit untuk memberi makan.

Penyakit :

Rasa gatal yang intens (“pruritus”) dan ruam akibat reaksi alergi terhadap gigitan kutu merupakan gejala umum kutu-kutu tubuh. Seperti infestasi kutu lainnya, gatal yang intens menyebabkan goresan yang dapat menyebabkan luka dan infeksi bakteri sekunder pada kulit.

Bila infestasi kutu tubuh bertahan lama, area kulit yang digigit bisa menjadi menebal dan gelap, terutama di bagian tengah tubuh. Kondisi ini disebut “penyakit vagabond.”

*Kutu tubuh diketahui menularkan penyakit (epidemik tifus, demam parit, dan demam kambuh epidemi).

 Kutu Kemaluan

pngKutu pubis dewasa berukuran 1,1-1,8 mm. Kutu kemaluan biasanya ditemukan menempel pada rambut di area kemaluan namun terkadang ditemukan pada rambut kasar di bagian tubuh lain (misalnya alis, bulu mata, jenggot, kumis, dada, ketiak, dll.).

Penyakit :

Kutu pubik (“kepiting”) tidak diketahui menularkan penyakit apapun. Rasa gatal (“pruritus”) di area kemaluan dan selangkangan adalah gejala kutu-kutu pubis yang paling umum. Seperti infestasi kutu lainnya, gatal yang intens menyebabkan goresan yang dapat menyebabkan luka dan infeksi bakteri sekunder pada kulit.

Telur kutu yang terlihat (“nits”) atau kutu merayap atau menempel pada rambut kemaluan atau area kulit berbulu lainnya (bulu mata, alis, janggut, kumis, ketiak, dada, punggung) adalah tanda kutu-kutu kemaluan lainnya.

Kutu kemaluan di kepala (bulu mata atau alis) anak mungkin merupakan indikasi pemaparan atau hubungan seksual.

Orang yang terkena kutu kemaluan harus dievaluasi untuk menghindari penyakit menular seksual lainnya .

Sumber

Tinggalkan Balasan