Mengapa Di Negara China Jika Terjadi Kecelakaan Tidak Ada Yang Menolong?

Beberapa bulan belakangan ini kami selalu memantau beberapa isi dari komentar-komentar para netizen baik dari follower milik akun instagram kami sendiri maupun dari para pemilik akun lainnya yang hanya sekedar berkunjung dan berkomentar, Setiap kali kami memposting khususnya video kecelakaan dari daerah china banyak yang memberikan komentar yang kurang sedap untuk dibaca, apalagi pada akun Instagram milik kami ini khusus menyakijan konten-konten yang berkaitan dengan bahaya sehari-hari yang tentunya ada sisi positif yang bisa di ambil dari kejadian-kejadian yang kami upload.

Kembali ke konteks utama tentang anggapan sebagian netizen terhadap budaya dan kultur masyarakat china yang pada umumnya setiap ada kecelakaan rata-rata tidak ada yang membantu atau menolong mereka yang sedang mengalami kemalangan.

Tentu saja kami penasaran dan mencari tahu terlebih dahulu mengapa hal tersebut bisa terjadi ? dan apakah benar cara bersosial mereka disana saling tidak mau tahu ?

Untuk menjelaskan masalah diatas yang selalu di perbincangkan dan di perdebatkan hingga saat ini, maka kami telah mendapatkan beberapa jawaban yang perlu untuk di perjelas bagi kita semua dan tentunya sebagian besar informasi ini kami kutip dari hasil investigasi termasuk pemberitaan media masa setempat dan internasional yang sebelumnya juga menelusuri kasus tersebut.

Berdasarkan pemberitaan media lokal China yang kami kutip dari www.chinadaily.com.cn:

Kasus Pertama : Ada seseorang pria tua yang jatuh di jalan di pusat kota China dan berbaring di trotoar yang dingin, telungkup ke bawah selama hampir setengah jam di mana tidak ada satupun orang yang lewat yang membantunya, akhirnya seorang pria berusia 83 tahun itu meninggal. Mendengar cerita ini, apa yang akan anda sebut masyarakat ini? Berhati dinginkah?

Kasus Ke-Dua : Seorang pejalan kaki di kota Fuzhou, China selatan ingin membantu saat mereka menemukan orang tua terbaring di tanah. Dua wanita mencoba menolong orang tua itu. Tapi salah satu orang mengatakan: “Sebaiknya jangan sentuh dia, akan sulit bagimu menjelaskannya nanti jika orang itu meninggal.”

Kedua wanita itu ragu-ragu dan akhirnya berdiri. Dengan menggunakan ponsel mereka, mereka menghubungi polisi dan untuk meminta pertolongan pertama. Tapi saat ambulans tiba, orang tua itu telah meninggal, untungnya wanita itu tidak menyentuh dan berada di tempat kejadian setelah menghubungi ambulan.

Kasus Ke-Tiga : Tragedi serupa terjadi hanya 13 hari sebelumnya, di provinsi Shenzhen, Guangdong. Seorang pria berusia 78 tahun ditemukan di tanah yang basah akibat hujan, dengan posisi telungkup ke bawah di area kompleks perumahan, tidak ada satupun masyarakat yang mengambil tindakan kecuali memanggil polisi. Meski ada upaya personil pertolongan pertama untuk menyelamatkan hidupnya, pria tersebut meninggal dunia. Apakah ada yang membalikkan badannya dan mengangkat kepalanya, orang tua itu tidak akan mati. Ketika ditanyai oleh putra pria itu, salah satu penjaga masyarakat mengatakan, “Kami tidak berani menyentuh orang tua itu karena kami tidak dapat menjelaskannya dengan jelas jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.”

Ungkapan “sulit disebutkan secara jelas” mungkin terdengar aneh bagi orang asing, namun setiap orang di China saat ini tahu maknanya. Ketika Anda mencoba untuk membantu seseorang yang jatuh ke tanah yang terluka atau dalam keadaan koma, orang tersebut mungkin mengatakan bahwa andalah yang menyebabkan orang itu jatuh. Anda kemudian akan merasa sulit untuk membela diri dari kecurigaan jika kasus tersebut diajukan ke pengadilan.

Kasus Ke-Empat : Pada tanggal 20 November 2006, seorang wanita tua jatuh ke tanah dengan kondisi kakinya yang patah setelah berdesak-desakan di halte bus di Nanjing, sebuah kota di China timur. Seorang pemuda, bernama Peng Yu, membantunya dan mengantarnya ke rumah sakit. Kemudian wanita dan keluarganya menyeret pria  tersebut ke pengadilan, yang memutuskan bahwa pemuda tersebut harus membayar 40 persen biaya medis.

Pengadilan mengatakan keputusan tersebut dicapai dengan alasan yang kuat dari penggugat. Putusan tersebut mengatakan bahwa “menurut akal sehat”, sangat mungkin terdakwa menabrak kaki wanita tua itu, mengingat bahwa dia adalah orang pertama yang turun dari bus saat wanita tua itu terdorong turun di depan pintu bus. dan, “sesuai dengan apa yang biasanya dilakukan dalam kasus ini”, Peng Yu harus segera membawa wanita tua itu ke rumah sakit untuk mengganti 40 persen biaya perobatannya”

Ini “penalaran” yang sungguh mengerikan, dan membuat kita marah termasuk warga negara lainnya. Sejak saat itu, jumlah pejalan kaki yang membantu orang tua yang membutuhkan mengalami penurunan drastis. Dengan menggunakan mesin pencari secara online, seseorang bisa mendapatkan puluhan cerita orang tua yang terbaring di tanah tanpa ada orang yang membatu memberi uluran tangan. Netizen bahkan telah menciptakan sebuah frase baru untuk itu – “sekuel dari kasus Peng Yu”.

Kasus Ke-Lima : Setelah kasus ini, orang tua juga belajar cara mendapatkan pertolongan adalah meneriakkan sanggahan untuk calon pembantu. Pada 22 Februari 2009, seorang pria berusia 75 tahun jatuh ke tanah saat turun dari sebuah bus, kejadian ini juga di Nanjing. Sekali lagi, tidak ada yang berani menyentuhnya. Dengan putus asa, pria tua itu berteriak, “Bukan salah siapa-siapa, saya sendiri yang jatuh.” Dengan kata-kata itu, semua orang di dekatnya datang dengan segala macam bantuan.

Sebenarnya, kebanyakan orang merasa kasihan pada yang lemah. Tapi sering terjadi pemerasan dan tuduhan setelah orang yang lewat telah menawarkan bantuan telah menghalangi orang untuk bertindak sebagai Orang Samaria yang Baik. Sesuatu harus dilakukan untuk mengubah situasi.

Kita bisa belajar dari pengalaman di AS. Dalam kecelakaan lalu lintas di tahun 2004 yang lalu, seorang wanita menarik rekan kerja dari sebuah mobil yang takut akan ledakan yang mungkin terjadi. Orang yang terluka tersebut kemudian mengajukan tuntutan hukum kepada penyelamat, dengan mengatakan bahwa cara yang ia lakukan untuk menyelamatkan itu tidak benar dari mobil tersebut sehingga ia menyebabkan kelumpuhannya. Pengadilan memutuskan untuk mendukung penggugat. Keputusan tersebut “dikutuk dari pantai ke pantai” karena ketidakadilannya yang jelas. Pada bulan Juni 2009, legislator California mengeluarkan Undang-Undang Perlindungan Orang Samaria yang Baik, yang mengimunisasi orang Samaria yang Baik dari tanggung jawab saat mereka setelah membantu orang lain di tempat kejadian darurat.

Kami orang China juga membutuhkan undang-undang semacam itu sehingga “Orang Samaria yang Baik seharusnya tidak lagi harus menebak konsekuensi dari bantuan”, seperti yang dikatakan oleh seorang senator California setelah undang-undang tersebut disahkan.

Anda juga bisa membaca dari www.businessinsider.com tentang kausus yang serupa yang mengatakan bahwa mengapa Di China, Tidak Ada yang Akan Membantu Anda Setelah Kecelakaan dan semua itu berawal dari kutipan diatas yang  memungkinkan seseorang dapat di tuntut atau di jadikan tersangka setelah menolong seseorang.

Baca juga berita yang sama di www.nytimes.com dan www.telegraph.co.uk

Kesimpulan

Jadi menurut kami sangat masuk akal mengapa warga di sana lebih banyak menghindar dan cenderung tidak mau membantu jika ada seseorang mengalami kecelakaan, ya itu semua karena takut di jadikan seorang tersangka dan kita tahu bahwa tidak ada sifat manusia di dunia ini yang tidak saling peduli ke sesama makhluknya jika tidak ada sebab dan akibatnya.

Untuk itu marilah mulai dari sekarang ini kita tidak usah beranggapan negatif terlebih dahulu atau berkomentar yang tidak-tidak tanpa mengetahui akar permasalahannya, termasuk ke warga negara yang lainnya juga.

Loading...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.