Journey Management – Menilai Risiko Di Jalan

Penilaian risiko untuk aktivitas mengemudi yang terkait dengan pekerjaan harus mengikuti prinsip yang sama dengan penilaian risiko untuk aktivitas kerja lainnya. Anda harus ingat bahwa kegagalan untuk mengelola keselamatan di jalan yang sesuai dengan pekerjaan mungkin lebih membahayakan orang lain daripada kegagalan dalam mengelola risiko di tempat kerja dengan benar.

Penilaian risiko tidak lain adalah pemeriksaan yang cermat terhadap aktivitas kerja yang dapat membahayakan orang. Ini membantu Anda untuk menimbang apakah anda telah melakukan cukup waktu untuk memastikan praktik kerja yang aman atau harus berbuat lebih banyak lagi untuk mencegah kemungkinan bahaya yang akan terjadi. Penilaian risiko harus sesuai dengan keadaan organisasi anda dan tidak harus terlalu rumit atau teknis. Ini harus dilakukan oleh orang yang kompeten dengan pengetahuan praktis tentang aktivitas kerja yang dinilai.

Bagi sebagian besar usaha kecil, dan wiraswasta, bahaya akan mudah dikenali. Perusahaan yang mempekerjakan kurang dari lima orang tidak perlu mencatat temuan mereka, namun mungkin mereka merasa perlu untuk membuat beberapa catatan.

Tujuan dan Langkah Penilaian

Tujuannya adalah untuk membuat penilaian risiko seseorang yang dapat saja terluka atau terbunuh, yang bisa di tekan serendah mungkin, Lihat Lima langkah penilaian risiko untuk informasi lebih lanjut.


Bahaya berarti apapun yang bisa membahayakan.


Risiko adalah kesempatan, tinggi atau rendah, bahwa seseorang akan dilukai oleh bahaya.


Langkah-langkah untuk penilaian risiko

Langkah 1 – Cari bahaya yang mungkin berakibat buruk saat berkendara di jalan umum.

Ingatlah untuk bertanya kepada karyawan anda, atau perwakilan mereka, apa pendapat mereka sebagai orang yang terlibat langsung tentang apa yang terjadi dalam praktik. Anda setidaknya membutuhkan pandangan dari orang-orang yang mengemudi secara ekstensif, tapi juga mendapatkan pandangan dari mereka yang hanya menggunakan jalan sesekali. Rentang bahaya akan lebar dan area utama yang harus dipikirkan adalah pengemudi, kendaraan dan perjalanan.

Lihat ‘Mengevaluasi risikonya’ untuk beberapa saran.

Langkah 2 – Putuskan siapa yang mungkin dirugikan.

Dalam hampir semua kasus ini, pengemudi menjadi orang pertama yang dirugikan, tapi mungkin juga penumpang, pengguna jalan lain atau pejalan kaki. Anda juga harus mempertimbangkan apakah ada kelompok yang mungkin berisiko tinggi, seperti pembalap muda yang ugal-ugalan atau yang baru memiliki izin mengemudi.

Langkah 3 – Evaluasi risiko dan putuskan apakah tindakan pencegahan yang ada telah memadai atau harus lebih ditingkatkan lagi.

Anda perlu mempertimbangkan seberapa besar kemungkinan bahaya itu akan membahayakan anda dan orang lain. Ini akan menentukan apakah anda perlu berbuat lebih banyak untuk mengurangi risikonya atau tidak. Kemungkinan beberapa risiko akan tetap ada bahkan setelah semua tindakan pencegahan dilakukan. Apa yang harus anda putuskan untuk setiap bahaya yang signifikan adalah risiko yang mungkin masih tersisa yang diterima.

Saran untuk mengevaluasi risiko dapat anda lihat di bawah ini.

Tanyakan pada diri anda apakah anda bisa menghilangkan bahaya, misalnya mengadakan konferensi telepon atau video dari pada membuat orang melakukan perjalanan ke sebuah pertemuan. Jika tidak, anda harus memikirkan bagaimana mengendalikan risikonya, untuk mengurangi kemungkinan bahaya, menerapkan prinsip-prinsip yang diuraikan di bawah ini. Ini harus dipertimbangkan dalam urutan berikut, jika mungkin:

  • Pertimbangkan apakah kebijakan anda mengenai alokasi mobil perusahaan secara aktif mendorong karyawan mengemudi dari pada mempertimbangkan penggunaan sarana transportasi alternatif.
  • Pertimbangkan alternatif untuk mengemudi, misalnya anda pergi beraktifitas menggunakan sarana publik / kereta api.
  • Cobalah untuk menghindari situasi di mana karyawan merasa berada di bawah tekanan, misalnya hindari membuat klaim yang tidak realistis tentang jadwal pengiriman dan kehadiran yang dapat mendorong pengemudi mengemudi terlalu cepat untuk kondisi tersebut, atau melebihi batas kecepatan.(Terburu-buru)
  • Atur pekerjaan untuk memelihara dalam mengurangi risiko kegagalan kendaraan, misalnya memastikan bahwa jadwal perawatan ada dan kendaraan secara teratur diperiksa oleh orang yang kompeten untuk memastikan mereka aman.
  • Pastikan bahwa pengemudi dan penumpang dilindungi secara memadai jika terjadi insiden, misalnya memastikan sabuk pengaman dan di tempat dipasang kantung udara, dipasang dengan benar, bekerja dengan benar dan digunakan. Bagi yang mengendarai sepeda motor dan kendaraan roda dua lainnya, helm pelindung dan pakaian pelindung harus sesuai dengan standar yang berlaku.
  • Pastikan bahwa kebijakan perusahaan mencakup aspek penting mematuhi kode etik berkendara di Jalan Raya, seperti contoh : tidak melebihi batas kecepatan.

Langkah 4 – Catat temuan Anda.

Pemilik perusahaan dengan lima atau lebih karyawan diharuskan mencatat temuan signifikan dari penilaian risiko mereka. Jika anda memiliki kurang dari lima karyawan anda tidak perlu menulis apapun, meskipun berguna untuk menyimpan catatan tertulis. anda juga harus memberi tahu karyawan anda tentang apa yang telah anda lakukan. Penilaian risiko anda harus sesuai dan memadai. anda harus bisa menunjukkan bahwa:

  • Pemeriksaan yang tepat telah dilakukan
  • Anda berkonsultasi dengan mereka yang mungkin terkena dampaknya
  • Anda menghadapi semua bahaya yang nyata.

Langkah 5 – Tinjau penilaian anda dan perbaiki jika perlu.

Anda perlu memantau dan meninjau kembali penilaian tersebut untuk memastikan bahwa risiko bagi mereka yang mengemudi dan yang lainnya telah dikontrol dengan sesuai. Agar ini efektif, maka anda perlu memiliki sistem untuk mengumpulkan data termasuk memasang perangkat GPS atau alat perekaman dan lainnya.

Loading...

Tinggalkan Balasan