Dampak Kipas Angin Bagi Kesehatan Anak

Di negara dengan iklim tropis seperti Indonesia, suhu panas sudah tentu telah menjadi santapan kita sehari-hari. Pada beberapa daerah yang suhu panasnya lebih tinggi atau pada musim panas seringkali digunakan penyejuk udara berupa AC ataupun kipas angin. Umumnya kipas angin digunakan karena harganya relatif lebih terjangkau daripada AC. Bayi dan anak kecil kerap menjadi rewel karena kepanasan, maka orang tua biasanya menyejukkan ruangan dengan menggunakan kipas angin tersebut.

Banyak orang yang terbiasa tidur dengan menggunakan kipas angin yang menyala agar tidak kepanasan, bahkan hal ini sudah berlangsung dalam keseharian. Padahal, menggunakan kipas angin terus menerus apalagi bila diarahkan langsung ke tubuh kita bisa menimbulkan akibat yang tidak baik bagi kesehatan. Jika dampaknya tidak baik bagi orang dewasa, sudah tentu dampak kipas angin tersebut akan lebih buruk lagi bagi kesehatan anak atau si bayi.

Resiko Menggunakan Kipas Angin

kipas anginAdakalanya ruangan memang tidak terasa dingin apabila kipas angin tidak diarahkan langsung ke tubuh dan bayi serta anak kecil akan menjadi sangat rewel karena kepanasan. Namun mengarahkan kipas angin langsung ke tubuh anak mendatangkan resiko sebagai berikut:

1. Menyebabkan hipotermia

Paparan angin terus menerus ke tubuh anak memang bisa mendinginkan suhu tubuhnya yang kepanasan dan sulit tidur, namun bahaya kipas angin untuk kesehatan anak bisa menjadi penyebab hipotermia pada bayi, yaitu penurunan suhu tubuh yang drastis apabila digunakan tanpa jeda. Penurunan suhu tubuh hingga di bawah normal tentu akan berbahaya bagi bayi. Untuk itu kenali ciri- ciri hipotermia pada bayi dan cara mengobati hipotermia pada bayi.

2. Resiko mengalami infeksi pernapasan

Kipas angin walaupun sering dibersihkan tetap tidak memiliki fitur penyaring debu dan jamur seperti AC. Begitu pula jika ruangan kurng terjaga kebersihannya dan terdapat banyak debu. Karena itu resiko debu dari kipas yang terbawa angin bisa terhirup oleh anak hingga menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan atau jenis gangguan pernapasan pada anak dan menyebabkan alergi pada bayi dan anak. Tidak hanya debu, bakteri, virus dan kuman pun akan mudah terhirup oleh anak. Debu juga dapat menyebabkan mata anak gatal karena bahaya anak mengucek mata dengan tangan, sehingga harus dilakukan cara mengatasi mata merah pada bayi akibat debu.

3. Mengalami dehidrasi

Berada di ruangan yang dingin dalam waktu lama terlebih lagi dengan kipas angin yang diarahkan langsung ke tubuh anak, bisa menyebabkan tubuh mengalami kekurangan cadangan air. Akibatnya, akan terjadi tanda-tanda dehidrasi pada anak. Selain itu, kulit anak juga dapat mengalami kekeringan karena kekurangan air dalam tubuh.

4. Masalah otot

Hembusan angin dari kipas yang langsung mengenai tubuh anak secara terus menerus dapat menyebabkan masalah pada otot, karena suhu dingin dapat menurunkan produksi cairan pelumas pada otot dan sendi. Bisa jadi ketika bangun tidur anak justru akan merasa sekujur tubuhnya nyeri dan malahan menjadi lebih rewel daripada ketika ia kepanasan.

5. Kesulitan bernapas

Adanya angin yang berasal dari kipas angin bukan berarti pula adanya oksigen. Malahan kebanyakan udara yang dihasilkan bisa jadi merupakan karbondioksida yang hanya berputar-putar di sekitar tempat anak tidur karena tidak ada aliran atau pertukaran udara di sekitarnya. Bahaya kipas angin untuk kesehatan anak berupa kekurangan oksigen yang akan berakibat kesulitan bernapas hingga beresiko kematian.

Jika udara sangat panas dan anak menjadi rewel, tentu saja penggunaan kipas angin akan perlu dilakukan untuk menurunkan suhu ruangan, akan tetapi sebaiknya kipas angin tidak diarahkan langsung ke tubuh anak. Aturlah penggunaan kipas angin hanya dalam kurun waktu tertentu saja, dan tidak menyala terus menerus. Ada kalanya orang tua cemas ketika anak banyak berkeringat, padahal sesungguhnya keringat pada suhu panas adalah suatu yang wajar. Itu menandakan bahwa sistem metabolisme anak bekerja dengan baik. Anda hanya perlu memastikan anak mendapatkan cukup asupan cairan untuk mencegah dehidrasi dan bahaya anak kurang minum air putih karena banyak berkeringat.

Sumber

Tinggalkan Balasan