Di Tilang, Berapa Biaya Yang Harus Saya Bayar?

TILANGPertanyaan ini sering kali muncul ketika seseorang terkena razia oleh pihak kepolisian lalu lintas yang menyatakan bahwa seseorang tersebut telah melanggar aturan berkendara lalu lintas dan di terbitkanlah surat tilang dengan lembaran slip berwarna biru atau slip berwarna merah jika si pelanggar merasa tidak bersalah dan ingin menempuh ke proses pengadilan dalam menentukan ia bersalah atau tidak.

Kasus seperti ini tentu saja menjadi perdebatan hangat bagi si pelanggar dan petugas kepolisian.

Lalu berapa biaya resmi yang harus saya keluarkan jika membayar denda/tilang melalui prosedur/peraturan resmi?

“Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, sanksi denda atau tilang naik sekitar 10 kali lipat dengan kisaran Rp 250 ribu hingga Rp 1 juta”

Baca penjelasannya dibawah ini yang dikutip berdasarkan peraturan diatas :

  • Tidak memiliki SIM dipidana dengan kurungan paling lama 4 bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta (Pasal 281).
  • Memiliki SIM namun tak dapat menunjukkannya pada saat razia berlangsung, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 288 ayat 2).
  • Tidak memasang Tanda Nomor Kendaraan dipidana dengan kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 280).
  • Setiap pengendara motor yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan seperti : spion, lampu utama, lampu rem, klakson, pengukur kecepatan, dan knalpot dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 285 ayat 1).
  • Setiap pengendara mobil yang tidak memenuhi persyaratan teknis seperti spion, klakson, lampu utama, lampu mundur, lampu rem, kaca depan, bumper, penghapus kaca dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 285 ayat 2).
  • Setiap pengendara mobil yang tidak dilengkapi dengan perlengkapan berupa ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, dan peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan dipidana dengan kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 278).
  • Pengendara yang melanggar rambu lalu lintas dipidana dengan kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 287 ayat 1).
  • Pengendara yang melanggar aturan batas kecepatan paling tinggi atau paling rendah dipidana dengan kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 287 ayat 5).
  • Tidak dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor dipidana dengan kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 288 ayat 1).
  • Setiap pengemudi atau penumpang yang duduk disamping pengemudi mobil dengan sengaja tidak mengenakan sabuk keselamatan dipidana dengan kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 289).
  • Setiap pengendara atau penumpang sepeda motor yang tak mengenakan helm standar nasional (Berlabel SNI) dipidana dengan kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 291 ayat 1).
  • Mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari dan kondisi tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (1) dipidana dengan kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp. 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah). (Pasal 293 ayat 1)
  • Mengemudikan Sepeda Motor di Jalan tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) dipidana dengan kurungan paling lama 15 (lima belas) hari atau denda paling banyak Rp. 100.000,00 (seratus ribu rupiah). (Pasal 293 ayat 2)
  • Pengendara sepeda motor yang akan berbelok atau balik arah tanpa memberi isyarat lampu dipidana kurungan lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 294).

Info penting : Bila anda melakukan penyuapan dan itu terbukti, maka bisa membuat polisi dan penyuap dihukum penjara karena menyuap polisi/pegawai negeri dan hal itu dianggap sebagai perbuatan melanggar hukum berdasarkan hukum yang berlaku di indonesia.

Jadi sebaiknya kalau memang anda terbukti melanggar aturan berkendara lalu lintas, maka bayarlah melalui prosedur yang telah ditentukan.

Semoga bermanfaat..

Tinggalkan Balasan