Macam-Macam Jenis Keracunan Pada Manusia

KERACUNAN

Hampir terjadi setiap harinya manusia berhubungan dengan zat/bahan yang dapat menjadi racun serta mempengaruhi kesehatan seseorang dan bahkan hingga kematian.

Rracun/toxic ialah suatu zat yang apabila masuk ke dalam tubuh dalam jumlah tertentu dapat menimbulkan reaksi tubuh yang tidak diinginkan bahkan menyebabkan kematian. Reaksi kandungan kimia yang terjadi dapat merusak sel-sel jaringan pada tubuh atau pun mengganggu fungsi tubuh. 

Hal ini tentu sedikit berbeda dengan penggunaan obat dikarenakan reaksi penggunaan obat umumnya sudah diketahui dan sesuai dosis/takaran, namun adakalanya juga reaksi obat tersebut dapat menimbulkan bahaya yang tidak diinginkan seperti gatal-gatal, alergi, sesak nafas, lemas, mual dan lain-lain.

Kita berikan contoh zat beracun yang sering kita lihat sehari-hari, antara lain :

  • insektisida (pembasmi serangga)
  • sianida (sering ditemui pada singkong beracun)
  • logam berat (timah hitam pada asap kendaraan bermotor)
  • bisa binatang (bisa ular, kalajengking, dll)
  • Atau bahan kimia yang bersifat korosif (dapat menyebabkan luka bakar pada bagian tubuh dalam jika masuk ke dalam tubuh).

Berikut macam-macam jenis keracunan yang sering terjadi pada tubuh manusia, diantaranya adalah :

Biasanya kasus ini terjadi akibat tekanan, strees dan depresi yang berakhir dengan istilah bunuh diri.

Seseorang dapat dengan sengaja menelan, menghirup atau pun menyuntikkan obat dalam volume melebihi dosis pengobatan atau penggunaannya yang tidak dianjurkan untuk dipraktekkan dengan cara-cara di atas. 

Dapat menyebabkan kematian jika tidak segera mendapat pertolongan. Contoh : meminum cairan racun serangga, obat tidur berlebihan, dll sehingga menyebabkan over dosis.

Kasus ini sering terjadi akibat terpapar bahan beracun secara tidak disengaja, contoh :

    • Mengkonsumsi bahan makanan/minuman yang tercemar oleh kuman atau pun zat kimia tertentu.
    • Salah minum yang biasanya dialami oleh anak-anak atau orang lanjut usia yang sudah pikun (misal obat kutu anjing disangka susu, dll).
    • Makan singkong yang memiliki kadar sianida tinggi.
    • Terhirup udara yang tercemar gas beracun.

Yaitu obat yang dikonsumsi selain untuk pengobatan, misalnya : Sabu-sabu, morphine, pil extacy, obat kuat/viagra, dsb. 

Lalu bagaimana proses jalur racun tersebut bereaksi ke dalam tubuh manusia ?

Tekan tab dibawah ini untuk melihat penjelasannya

Mulut / Alat Pencernaan

Keracunan melalui mulut/alat pencernaan umumnya terkait dengan bahan-bahan yang terdapat di rumah tangga.

    • Obat-obatan misalnya obat tidur/penenang yang dikonsumsi dalam jumlah banyak atau diminum dengan bahan lain sehingga menimbulkan keracunan.
    • Makanan yang mengandung racun (misal : singkong beracun), makanan kadaluarsa serta makanan yang tidak dipersiapkan dengan baik/tercemar.
    • Obat nyamuk, minyak tanah, dsj.
    • Makanan/minuman yang mengandung alkohol (minuman keras).
Pernafasan

Keracunan melalui pernafasan umumnya berupa gas, uap dan bahan semprotan.

    • Menghirup gas/udara beracun, misal : gas mobil dalam keadaan mobil tertutup, uap minyak tanah, dsb.
    • Kebocoran gas industri, misal : amonia, klorin, dsb
Kulit

Racun yang terserap ada kalanya dapat merusak jaringan dan sel kulit. Racun yang masuk dari kulit secara perlahan terserap ke aliran darah.

    • Umumnya zat kimia pertanian seperti insektisida, pestisida maupun zat kimia yang bersifat korosif.
    • Tanaman yang mengandung racun (getah atau batang)
    • Tersentuh binatang yang mengandung racun pada kulitnya atau pun bagian tubuhnya yang lain (umumnya pada binatang yang hidup di air laut).
Suntikan / Gigitan

Keracunan melalui suntikan atau pun gigitan, biasanya zat racun menembus kulit langsung ke dalam tubuh melalui sistem peredaran darah.

    • Obat suntik, misal : penyalahgunaan obat dan narkotika.
    • Gigitan/sengatan binatang yang mengandung bisa racun, misal : kalajengking, ubur-ubur, ular,dll.

Gejala Umum Keracunan

  1. Penurunan respon, gangguan status mental (gelisah, takut, dsj)
  2. Gangguan pernafasan
  3. Nyeri kepala, pusing ataupun gangguan pengelihatan.
  4. Mual atau pun muntah-muntah.
  5. Lemas, lumpuh ataupun kesemutan.
  6. Pucat ataupun kulit kebiruan.
  7. Kejang.
  8. Syok.
  9. Gangguan irama detak jantung ataupun pernafasan.

Gejala Khusus Keracunan

  1. Keracunan melalui mulut/alat pencernaan.
    • Mual ataupun muntah.
    • Nyeri perut.
    • Diare.
    • Nafas ataupun mulut yang berbau.
    • Suara parau, nyeri di saluran cerna (mulut dan kerongkongan).
    • Luka bakar atau sisa racun di daerah mulut.
    • Produksi air liur yang berlebih ataupun mulut menjadi berbusa.
  2. Keracunan melalui pernafasan.
    • Gangguan pernafasan ataupun pernafasan.
    • Kulit kebiruan.
    • Nafas berbau.
    • Batuk ataupun suara parau.
  3. Keracunan melalui kulit.
    • Daerah kontak berwarna kemerahan, nyeri, melepuh dan meluas.
    • Syok anafilaktik (gejala alergi yang mengancam nyawa yang dapat menyebabkan penderita tidak sadarkan diri, melebarnya pembuluh darah, naiknya denyut nadi, menurunnya tekanan darah, menyempitnya saluran nafas, ruam pada kulit, mual dan anggota gerak yang hangat.
  4. Keracunan melalui suntikan ataupun gigitan.
    • Luka di daerah suntikan ataupun gigitan berupa luka tusuk atau bekas gigitan.
    • Nyeri pada daerah sekitar suntikan ataupun gigitan dan kemerahan.

Pada kasus gigitan ular :

    • Demam.
    • Mual dan muntah.
    • Pingsan.
    • Lemah.
    • Nadi cepat dan lemah.
    • Kejang.
    • Gangguan pernafasan.

Penanganan/Pertolongan Pertama (P3K) Pada Kasus Keracunan Umum

  1. Amankan tempat kejadian.
  2. Pengamanan penolong dan penderita apabila diketahui zat racun berupa gas.
  3. Keluarkan penderita dari daerah yang berbahaya.
  4. Lakukan penilaian dini (respon, nafas dan nadi) dan lakukan resusitasi jantung paru (RJP) bila perlu.
  5. Periksa jalan nafas apabila respon penderita menurun ataupun jika penderita muntah.
  6. Berikan oksigen bila ada.
  7. Amankan pembungkus, sisa muntahan dan sejenisnya untuk identifikasi jenis racun.
  8. Periksa tanda vital secara berkala (nafas dan nadi) dan rujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.

Penanganan/Pertolongan Pertama (P3K) Pada Kasus Keracunan Khusus

  1. Keracunan melalui mulut/alat pencernaan.
    • Turunkan kadar kekuatan racun dengan pengenceran dengan cara memberi minum susu ataupun air sebanyak-banyaknya maupun memberi anti racun umum yaitu norit ataupun putih telur (JANGAN BERIKAN SUSU PADA KERACUNAN YANG DIKETAHUI KARENA ZAT YANG MENGANDUNG FOSFAT !!!).
    • Lakukan rangsangan-rangsangan muntah untuk mengeluarkan racun dari dalam lambung dimana cara ini hanya efektif 2 (dua) jam pertama saat kejadian. Namun jangan lakukan rangsangan muntah pada keracunan yang menelan asam/basa kuat, menelan minyak, penderita kejang ataupun ada riwayat kejang dan penderita yang tidak sadar atau mengalami gangguan kesadaran.
  2. Keracunan melalui kulit.
    • Buka baju penderita yang terkena.
    • Siram bagian yang terkena racun dengan air sekurang-kurangnya selama 20 menit (bila racun berupa serbuk maka sikat dahulu sebelum menyiram dengan air dan jangan lakukan penyiraman jika diketahui racun bereaksi kuat dengan air). Posisikan penolong agak jauh dari bagian tubuh penderita yang terkena racun untuk menghindari kontaminasi.
  3. Gigitan ular.
    • Amankan diri penolong dan tempat kejadian.
    • Tenangkan penderita.
    • Lakukan penilaian dini (respon, nafas dan nadi).
    • Rawat luka serta pasang bidai bila diperlukan.
    • Pasang (ikat) pembalut elastis pada daerah gigitan.
    • Jika tidak berbahaya bawa ular yang menggigit untuk identifikasi jenis racun.
    • Rujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.

 

Tinggalkan Balasan