Ketahuilah Gejala Gondok dan Gondongan Sedini Mungkin

Gejala gondokIndonesia adalah salah satu negara dengan populasi penduduk terbanyak dengan peringkat Nomor 4 terbesar di dunia dan hal itu tentu saja tidak bisa dipungkiri dari berbagai polemik atau masalah yang ada di negeri ini, termasuk masalah mengenai kesehatan.

Pada bulan Maret 2017, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 27,77 juta orang (10,64 persen) berdasarkan BPS (Badan Pusat Statistik) indonesia

Oleh sebab itu, faktor ekonomi sangatlah mempengaruhi kesehatan dan pola hidup sehat masyarakat di indonesia, rata-rata yang banyak menderita penyakit akut dan berbagai penyakit lainnya ialah dialami oleh kalangan ekonomi kebawah.

Kita sering menjumpai beberapa orang yang mengalami pembengkakan pada leher yang biasa di sebut dengan penyakit gondok.

Kali ini kita akan mengulas mengenai penyakit gondok / gondong.

Apa itu gondok dan gondongan?

Gondongan adalah penyakit menular yang menyebar saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Berbagi barang, seperti cangkir atau kaleng minuman, dengan orang yang terinfeksi juga bisa menyebarkan virus. Virus ini juga bisa hidup pada item dan permukaan yang disentuh oleh orang yang telah terinfeksi selama beberapa jam.

Sedangkan gejala gondok adalah demam, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, kehilangan nafsu makan, dan kelenjar ludah bengkak dan empuk, di bawah telinga atau rahang pada satu atau kedua sisi wajah (parotitis).

Kebanyakan orang yang mengalami penyakit gondok akan sembuh secara total. Namun, gondok terkadang juga dapat menyebabkan komplikasi, seperti pembengkakan pada otak, testis (pada pria), ovarium dan payudara (pada wanita) serta tuli sementara atau permanen.

Siapa yang akan berisiko terkena gondok?

Karena vaksin gondong tidak digunakan di mana-mana, gondok merupakan penyakit yang umum di berbagai negara. Sedangkan risiko gondok untuk pelancong cukup tinggi di banyak negara, termasuk negara-negara industri, seperti Inggris yang telah mengalami beberapa wabah sejak 2004 termasuk Jepang, yang tidak secara rutin melakukan vaksinasi terhadap gondong.

Risiko sangat tinggi bagi wisatawan yang berusia lebih dari 1 tahun yang belum memiliki vaksin gondong.

Apa yang harus dilakukan bagi para pelancong untuk mencegah gondong?
Dapatkan vaksin gondong:

  • Orang yang tidak dapat menunjukkan bahwa mereka di vaksinasi sebagai anak-anak dan yang belum pernah memiliki gondong harus di vaksinasi.
  • Remaja dan orang dewasa yang belum memiliki gondong atau belum di vaksinasi dengan MMR harus mendapatkan 2 dosis, dipisahkan paling sedikit 28 hari.
  • Bayi usia 6 bulan sampai 11 bulan harus memiliki 1 dosis vaksin MMR jika bepergian ke luar negeri.
  • Anak-anak berusia 12 bulan atau lebih harus memiliki 2 dosis, dipisahkan paling sedikit 28 hari.
  • MMR telah digunakan dengan aman dan efektif sejak tahun 1970-an. Beberapa orang mengalami reaksi/gejala ringan seperti nyeri sendi dan itu biasanya efek dari vaksin dan yang pastinya hanya bersifat sementara, namun efek samping yang serius sangat jarang terjadi. Tidak ada hubungan antara MMR dan autisme tersebut.
  • Dua dosis vaksin ini hampir 90% efektif mencegah gondok.

MRR singkatan dari “Measles, Mumps, Rubella”

Di Amerika Serikat anak-anak secara rutin menerima vaksinasi MMR pada usia 12-15 bulan dan mudah-mudahan di negara kita pemerintah juga rutin melaksanakan kegiatan tersebut.

Bagaimana caranya agar kita bisa terhindar dari penyakit tersebut?

Hampir semua jenis penyakit berawal dari faktor kebersihan diri sendiri dan lingkungan, cara yang paling sederhana agar terhindar dari penyakit ialah :

  • Sering-sering cuci tangan.
  • Jika sabun dan air tidak tersedia, maka bersihkan tangan dengan pembersih tangan (setidak-tidaknya mengandung 60% alkohol).
  • Jangan menyentuh dan mengusap mata, hidung, atau mulut anda. Jika anda ingin menyentuh wajah, maka pastikan tangan telah di bersihkan.
  • Tutup mulut dan hidung anda dengan tisu atau lengan baju (bukan dengan telapak tangan anda) saat batuk atau bersin.
  • Cobalah untuk menghindari kontak langsung secara dekat, seperti mencium, memeluk atau berbagi peralatan makan dan cangkir dengan orang-orang yang sedang sakit.

Semoga bacaan ini menarik dan menambah wawasan anda.


Referensi :

 

Tinggalkan Balasan