Rencana Kerja Aman Dalam Pekerjaan Lifting dan Rigging

Rencana Kerja Aman Dalam Pekerjaan Lifting dan RiggingRambu Peringatan | Biasanya ketika kita bekerja disalah satu perusahaan dengan standar K3 yang ketat, maka semua pekerjaan yang akan dilakukan sudah harus mempersiapkan rencana (Plan), biaya, peralatan, personil dan Standar/prosedur yang matang, terlebih jika skop pekerjaan kita tersebut menyangkut dengan bahaya yang tinggi seperti pekerjaan lifting (Pengangkatan) serta Rigging (Tali-temali).

Nah dibawah ini kita akan menjelaskan beberapa persyaratan penting yang berkaitan dalam pekerjaan lifting dan rigging, diantarannya adalah :

  • Menilai bahaya/ risiko yang berhubungan dengan Lifting dan Rigging harus diidentifikasi dan dimitigasi se­belum pekerjaan dimulai.
  • Personel yang kompeten harus melengkapi (yaitu, mengembangkan rencana lifting yang dipersyarat­kan) langkah yang diperlukan untuk menyiapkan lo­kasi kerja yang benar dan aman, dan peralatan untuk memulai pekerjaan. Tentukan apakah pengangkatan yang akan dilakukan adalah critical lift atau tidak?
  • Pastikan peralatan lifting dan rigging disertifikasi untuk digunakan saat ini dan dalam keadaan baik melalui inspeksi pra-penggunaan
  • Konfirmasi berat objek dan tetapkan pusat gravitasi beban itu sebelum memulai lifting, serta tentukan dengan jelas area pick-up dan lay-down yang berada dalam radius angkat beban crane.
  • Pastikan jalur beban dari awal pengangkatan ke daerah penurunan bebas dari penghalang.
  • Rig termuat dengan beban secara tepat dan pasti­kan beban bebas dari hambatan yang mungkin mun­cul (es, sea fastening, hold-down bolts, dll).
  • Tempatkan beban di daerah penurunan yang ditun­juk dan lepaskan peralatan rigging setelah beban aman di tempatnya dan bebas dari sokongan
  • Operator Crane harus disertifikasi oleh Badan Pemerintah yang relevan dalam yurisdiksi di mana operasi sedang dilakukan.

Dibawah ini terdapat beberapa persyaratan pekerjaan yang ditetapkan sebagai Critical Lift, antara lain :

  • Pengangkatan yang melebihi 75% dari nilai kapa­sitas crane (Pengangkatan Berat)
  • Pengangkatan melalui peralatan atau jalur operasi yang sedang aktif
  • Pengangkatan di daerah padat dimana struktur, saluran pipa atau hambatan lainnya dapat ber­pengaruh
  • Pengangkatan di daerah dengan  kondisi tanah yang tidak stabil atau yang kondisi bawah tanah (underground) tidak diketahui.
  • Pengangkatan dekat jalur listrik yang aktif
  • Pengangkatan yang melibatkan pemutaran beban secara vertikal
  • Pengangkatan dengan dua atau lebih crane pada satu waktu
  • Pengangkatan personil dalam keranjang, dll
  • Pengangkatan, jika ada potensi runtuh, terguling, atau terjatuh bisa mengakibatkan kerusakan pada peralatan, resiko cedera  pada personil, sebuah keterlambatan yang tidak dapat diterima dalam jadwal, atau dampak terhadap program yang signifikan lainnya seperti hilangnya data penting

Selanjutnya kita dituntut untuk menentukan dan menghitung Safe Working Load (SWL) / Beban Kerja Aman (BKA), karena poin ini sangatlah penting di dalam melaksanakan pekerjaan lifting.

Yang dimaksud dengan SWL adalah beban maksimum yang dapat dikenakan pada bagian peralatan lifting. Beban yang sebenarnya tidak boleh melebihi SWL tersebut untuk mncegah kegagalan selama kegiatan lifting dan rigging berlangsung.

dan yang terakhir adalah menentukan peran khusus untuk petugas Lifting & Rigging, seperti :

  • Operator Crane Berkualifikasi
  • lnspektur Crane Berkualifikasi
  • Rigger / Signalman(Dog-man) Berkualifikasi
  • lnspektur Lifting dan Rigging Berkualifikasi
  • Petugas / Penyetuju Critical Lift

Jika seluruh persyaratan diatas telah terpenuhi dan dilaksanakan, besar kemungkinan pekerjaan lifting & rigging dapat berjalan sesuai dengan rencana.

Semoga saja informasi ini bermanfaat untuk anda.

Tinggalkan Balasan