Apa Itu Masalah?

MASALAHSemua Orang pernah mengalami Masalah dalam hidupnya, baik ringan (sepele), sedang atau yang amat pelik ibarat makan buah simalakama (Dimakan bapak mati jika tidak dimakan ibu mati). Masalah paling umum terjadi seperti; Pengangguran, Kejahatan, Kebodohan, Kemiskinan, Kecelakaan, Polusi, Kebakaran, Sakit Korupsi, Bencana, Mala petaka, Mal praktek, Salah Kebijakan, dan lainnya.

Jadi apa itu Masalah ? dalam bahasa Inggris berarti problem yang dapat didefinisikan sebagai suatu pernyataan tentang keadaan yang belum sesuai dengan yang diharapkan oleh siapapun.

Bisa dilihat kasus seperti : Bayi Debora yang lamban ditangani oleh pihak rumah sakit dikarenakan terkendala oleh proses biaya (Administrasi) sebelum bisa dirawat sehingga si bayi terbangkalai dan akhirnya meninggal dunia, Lumpur Lapindo di sidoarjo yang mengakibatkan ratusan rumah tenggelam akibat lumpur panas yang menyembur tiada hentinya hingga saat ini, dan Kebakaran pabrik pembuat mercon yang telah menelan korban jiwa hingga puluhan orang. Semua diatas adalah Masalah yang  tidak diinginkan serta mengakibatkan kerugian bahkan sampai menghilangkan Nyawa Manusia. Ini adalah contoh bagian Masalah Negatif.

Batasan dan Pengertian Masalah Negatif yaitu : Sesuatu Yang Tidak Diinginkan

Sesuatu tersebut seperti : Kejadian, Peristiwa, Situasi, Kondisi atau Sistem.

Kolega Masalah diantaranya = Risiko, Peril, Kecelakan, dll

Batasan Risiko : Sesuatu yang mungkin menyimpang dari rencana.

Peril : Sesuatu yang dapat menimbulkan kerugian (Insiden).

Kecelakaan : Sesuatu yang tidak diinginkan serta mengakibatkan kerugian dan umumnya didahului oleh Hazard (Bahaya), Sedangkan Hazard adalah : Suatu Kondisi atau tindakan yang dapat memperbesar kemungkinan terjadinya Peril (Insiden).

Masalah itu ada dua macam, yaitu:

  1. Seperti contoh di atas Masalah Negatif
  2. Masalah Positif , jadi jangan terkejut dahulu bahwa Masalah tersebut tidak selalu Negatif, jadi yang Positifnya adalah: Peningkatan Mutu, Inovasi, Penemuan, Paten, Peningkatan pendapatan dll.

Mari kita bahas atau menganalisa masalah Negatif yang merugikan untuk mencari penyebab ujung akar masalah (Tap Root Analysis) dan Cara mengatasi masalah agar permasalahan yang sama tidak akan timbul lagi di kemudian harinya, salah satu masalah tersebut adalah Kecelakaan.

KECELAKAAN

Coba kembali kita lihat batasan kecelakaan diatas, Kecelakaan adalah : Sesuatu yang tidak diinginkan serta mengakibatkan kerugian dan umumnya didahului oleh Hazard (Bahaya), Sedangkan Hazard adalah : Suatu Kondisi dan atau Tindakan yang dapat memperbesar kemungkinan terjadinya Peril (Insiden)

Jadi apakah Nasib yang menjadi penyebab umum cikal bakal terjadinya Kecelakaan ?

Untuk jawabannya bisa dipelajari dari proses kecelakaan sebagai berikut :

Sesuatu yang tidak diinginkan serta mengakibatkan kerugian dan umumnya didahului oleh Hazard (Penyebab Langsung ), juga disebabkan oleh faktor orang dan kerja (Penyebab Dasar),  serta kontribusi dari pimpinan  yang kurang memadai (Pengawasan).

Jadi Penyebabnya adalah : Penyebab Langsung , Penyebab Dasar dan Pengawasan, dan semua itu tidak ada kaitannya loh dengan Nasip.!!

Sebagai renungan atau intermezo, “ NASIB ” itu adalah = Niat Asal Suci Insyaallah Berhasil.

Penyebab Langsung itu ialah kondisi dan atau tindakan yang berbahaya. Dan yang paling dominan adalah tindakan yang berbahaya 96 %. Penyebab Dasar : Faktor Orang dan Kerja, dari Faktor Kesalahan Orang ( Manusia ) 88 %, Kegagalan Mekanikal 7 %, Lingkungan 3 %  dan Lainnya 2 %.

Pengawasan yang kurang memadai ini bagian tanggung jawab dari yang namanya seorang Pimpinan yang artinya ia dapat saja melakukan hal seperti : Membuat kebijakan, Peraturan, Sistem pengelolaan dan Pengawasan kurang atau tidak ada.

Didalam Proses Kecelakaan diatas terkandung beberapa Konsep Teori Penyebab Kecelakaan yaitu :

  1. Konsep Mata Rantai Kejadian – Konsep Perilaku.
  2. Konsep Pertukaran Energi – Konsep Teknik  Analisa Sistim

Konsep Mata Rantai Kejadian pertama kali diperkenalkan oleh Heinrichs dengan Teori Domino, Kemudian diperbarui oleh Frank E. Bird Jr. Dan sebelumnya oleh Johnson dikembangkan Teori Kesalahan Manajemen dengan memperhalus katanya menjadi Management Oversight.

Dari Batasan, Proses dan Konsep Teori Penyebab Kecelakaan maka kita dapat mengetahui (Identifikasi) adanya Bahaya, Tingkatnya (Klasifikasi) dan kemudian menghilangkannya (Eliminasi).

Identifikasi (Mengenal) Bahaya yang disebabkan oleh :

  1. Manusia : Pekerja, Orang lain
  2. Alat : Mesin, Sumber Tenaga
  3. Material : Bahan Kimia
  4. Lingkungan : Tempat Kerja, Ergonomik
  5. Sistim : Kebijakan, Cara, Wadah, Konsistensi

Ketahui Tingkatan (Klasifikasi) Bahaya seperti mengandung dampak atau akibatnya :

  1. Tinggi ( H = High ), Cacat sampai Fatality ( Meninggal Dunia ) > 21 Hari
  2. Menengah ( M = Medium ), Serius < 21 Hari perawatan
  3. Rendah ( L = Low ), Biasa < 7 Hari perawatan

Mencegah Kecelakaan :

Dari Paradigma Baru yaitu Setiap Kecelakaan Dapat di cegah, caranya sebagai berikut :

  • Jalankan Sistem Manajemen Keselamatan ( Safety Management System ), Sebagai dasar acuan dari ILO (International Labour Office) Genewa hal Petunjuk OSHMS (Occupational safety and Health Management System), Undang-undang Nomor. 14 Thn 1969 Ketentuan ketentuan Pokok Tenaga Kerja, Undang-undang Nomor.1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja. Anjuran dari Sir Lord Douglas Cullen dari Universitas Hukum Skotlandia, setelah ditugaskan untuk menginvestigasi meledaknya Anjungan Minyak lepas pantai di laut utara Inggris tahun 1986, Merekomendasikan dalam bukunya “ The Public Inquiry into Piper Alpha Dissaster”, tentang perlunya menerapkan Safety Management System. Serta Peraturan Menteri Tenaga Kerja No: PER. 05 / MEN / 1996 tentang : SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3), termasuk peraturan terkait lainnya.
  • Mengeliminasi (hilangkan) atau Mengontrol Penyebab Langsung (Hazard / Bahaya) dengan :
  1. Rekayasa (Engineering Control)
  2. ADM (Administrative Control)
  3. APD (Personal Protective Equiment)
  4. Praktek Kerja Selamat (Observation Safe Work Practice)
  5. Penataan (Ergonomic System)
  • Membentuk Perilaku Selamat, melalui Pelatihan dan Observasi, cakupan minimal :
  1. Motivasi ( Motivation )
  2. Pengetahuan ( Knowledge )
  3. Keterampilan (Skill)
  • Meningkatkan Komitmen dan Dukungan Manajemen, serta tanggung jawab dan gugat seorang pimpinan (Management Committment and Support + Leadership Accountability), seperti :
  1. Konsistensi.
  2. Lengkapi Sarana dan Prasarananya
  3. Komit dan Mendukung
  4. Bertanggung jawab serta bersedia menanggung risikonya.

Pengertian Pimpinan disini bukan hanya Pimpinan Perusahaan, tetapi termasuk juga DPR yang membuat dan mensyahkan Undang-undang, serta Pemerintah yang menjalankan serta mengontrol pelaksanaannya di lapangan (Perusahaan).

Semoga bacaan singkat ini dapat menambah wawasan anda yang berkaitan dengan Masalah dan jangan lupa untuk membaca informasi lainnya pada situs ini.

Tinggalkan Balasan