Pengadaan dan Penggunaan Bahan Berbahaya Di Tempat Kerja

Pengadaan dan Penggunaan Bahan Berbahaya Di Tempat KerjaRambu Peringatan | Sebelum bahan beracun berbahaya (B3) dipasok untuk kebutuhan pemakaian di lokasi kerja, maka jalan alternatif atau pengganti yang kurang berbahaya lainnya dipertimbangkan untuk digunakan di tempat kerja yang dianggap sesuai untuk aplikasi tertentu yang mengambil efektivitas dan kualitas biaya untuk dipertimbangkan penggunaannya. Ini menjadi tanggung jawab petugas pengawas zat kimia berbahaya dan departemen pengadaan.

Pengendalian dan inventarisasi zat kimia berbahaya menjadi tanggung jawab petugas pengawas zat kimia berbahaya yang ditunjuk di tempat kerja anda. Tidak diizinkan bahan kimia yang dipesan sebelum pemasok mengajukan dokumen MSDS manufaktur dan bahan kimia tersebut harus dinilai oleh petugas / tim ahli zat kimia berbahaya sebelum didatangkan.

Lalu langkah apa yang harus dilakukan jika anda bekerja dengan zat berbahaya?

Sebelum anda bekerja dengan bahan beracun berbahaya, maka hal terpenting yang wajib anda lakukan adalah memperoleh lembar data keselamatan harus (LDKB/MSDS) dan setelah itu dibaca dan dipahami.

Selain itu, diperlukan penilaian risiko (HIRAC) yang harus dilakukan untuk mengidentifikasi tindakan pengendalian maupun tindakan pencegahan atau kemungkinan adanya pemaparan yang mungkin harus dicegah, namun bila tidak memungkinkan, maka hal itu harus dikendalikan secara memadai.

Personil yang menangani zat kimia berbahaya harus dilatih secara memadai dalam hal tindakan pencegahan, pengendalian dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang diperlukan, termasuk personel yang menangani tumpahan atau pelepasan zat berbahaya.

Peralatan pelindung yang memadai untuk penanganan bahan kimia berbahaya wajib disediakan jika terjadi situasi darurat. Selain itu saat bekerja dengan zat berbahaya harus dipastikan bahwa tindakan pengendalian apa pun yang diterapkan dan wajib dipatuhi, digunakan dan dipelihara dengan prosedur keselamatan, kesehatan dan lingkungan yang di jalankan dengan ketat.

Minimum yang harus anda perhatikan, antara lain:

  • Cacat pada kemasan bahan kimia, termasuk label yang hilang atau rusak harus segera dilaporkan ke petugas pengawas dan jangan dulu digunakan sebelum ada pihak berwenang yang menanganinya.
  • Jangan pernah mencampur dua zat bersama kecuali jika instruksinya mengatakan aman untuk melakukannya
  • laporkan kebocoran atau tumpahan segera mungkin kepada atasan anda untuk tindakan pembersihan yang tepat
  • dapatkan dari atasan anda dan gunakan peralatan pelindung yang diperlukan
  • memastikan bahwa perlu adanya prosedur yang memadai untuk mengaktifkan alarm darurat
  • mengambil tindakan pertolongan pertama untuk pencegahan (yaitu memastikan adanya fasilitas pencucian “shower dan eye wash”)
  • Jangan pernah menempatkan zat dan makanan atau minuman di dekat satu sama lain.
  • Kompatibilitas zat harus diperhatikan saat menyimpan zat kimia berbahaya
  • Semua area penyimpanan akan di bundel dengan baik dengan katup drainase dan tersedianya bak penampung tumpahan
  • Bila cairan yang mudah terbakar disimpan, tindakan pencegahan kebakaran yang tepat telah dilaksanakan, termasuk peralatan pemadam sesuai tipe yang memadai dan mudah terlihat dan di jangkau
  • Gudang cairan yang mudah terbakar di tempatkan di area yang aman dan jauh dari infrastruktur dan bangunan lainnya.
  • Dinding bundel harus mampu menampung 110 persen volume penyimpanan bahan kimia yang tersimpan.

Demikian penjelasan singkat yang dapat kami sampaikan untuk anda dan semoga saja bermanfaat.

Tinggalkan Balasan