Hazard Identification Prosedur

Hazard Identification ProsedurRambu Peringatan | Hazard identification procedure ini harus diketahui dan dilaksanakan oleh setiap kepala departemen dengan pengertian untuk mengenali/ mengetahui, melaporkan dan menindaklanjuti tentang bahaya dan tindakan-tindakan yang tidak aman dalam daerah kerja yang  menjadi tanggung jawabnya.

Prosedur ini diadakan untuk mendorong kepedulian setiap karyawan di dalam daerah kerjanya dan juga dimaksudkan untuk melaporkan hasil pengamatannya tentang bahaya.

Yang dimaksud dengan Definisi Bahaya adalah adalah suatu kondisi atau Tindakan di bawah Standar (Tindakan Yang Tidak Sesuai Dengan Prosedur) yang berpotensi mengakibatkan terjadinya suatu kecelakaan serta kerugian apabila tidak dibetulkan.

Tanggung Jawab:

Semua karyawan harus didorong untuk mengenali atau melaporkan bahaya-bahaya yang mereka temukan di tempat kerja.

Apabila keadaan bahaya tersebut telah dilaporkan, maka adalah tanggung jawab dari pengawas setempat untuk meyakinkan bahwa laporan tersebut telah disampaikan dengan cara yang benar dengan menggunakan form (bentuk) laporan bahaya yang telah disediakan untuk ditindak lanjuti dengan segera.

Urutan-urutan berikut ini adalah suatu petunjuk yang dapat digunakan untuk menindak lanjuti laporan tersebut, diantarannya:

  • Semua bahaya-bahaya yang telah diketahui harus segera dan secepat mungkin dilaporkan kepada pengawas langsung dimana diketahui bahaya tersebut berada.
  • Pengawas tersebut bersama-sama dengan karyawan yang mengetahui bahaya tadi akan membuat laporan dengan cara mengisi pada bentuk laporan yang telah disediakan.
  • Pengawas lini kemudian akan menentukan kriteria klasifikasi resiko bahaya tersebut:
  1. Bahaya yang beresiko TINGGI (berpotensi untuk mengakibatkan terjadinya Lost Time Accident atau beresiko rugi senilai > US$ 5.000).
  2. Bahaya yang beresiko SEDANG (berpotensi untuk mengakibatkan terjadinya Luka pada Karyawan atau beresiko rugi senilai antara US$ 50 s/d US$ 5.000).
  3. Bahaya yang beresiko RENDAH (berpotensi untuk mengakibatkan terjadinya Luka pada Karyawan atau beresiko rugi senilai sampai dengan US$ 50).
  • Untuk bahaya-bahaya  yang beresiko  tinggi  dan sedang   harus  dilaporkan kepada Kepala Bagian dalam waktu satu hari setelah diketahui melalui  laporan bahaya tersebut.
  • Semua laporan harus menggunakan bentuk laporan bahaya yang telah disediakan.

Tindakan Perbaikan

Tindakan perbaikan harus dimulai dengan melakukan tindakan segera di tempat di mana ditemukan adanya bahaya.

Pertanggung jawaban untuk tindakan perbaikan berada pada pengawas langsung di mana tempat bahaya tersebut terjadi.

Komunikasi

Komunikasi yang tepat dan benar sangat diperlukan apabila suatu bahaya telah diketahui dan harus disampaikan kepada pengawas yang bersangkutan sebelum bahaya tersebut mengakibatkan terjadinya suatu kecelakaan.

Kriteria klasifikasi bahaya harus dinyatakan sebagai prioritas sesuai dengan tingkat bahaya yang terjadi.

Sebagai tambahan, laporan kepada lini manajemen dan berikut tindakan yang telah dilakukan harus disampaikan dengan membuat laporan serta tindak lanjutnya.

Hal ini   juga dibicarakan oleh perwakilan  HSE Komite pada meeting kelompok untuk menyampaikan bagaimana mengatasi daerah di mana bahaya tersebut diketahui.

Tindak Lanjut:

Adalah tidak selalu mungkin untuk menyelesaikan dengan segera tindakan-tindakan perbaikan yang diinginkan kecuali apabila prosedur untuk menindak lanjuti suatu perbaikan ada di tempat kerja.

Akibat dari tidak tersedianya prosedur di tempat kerja, maka semuanya itu akan dapat ditangguhkan.

Dalam kasus terburuk apabila semuanya itu ditangguhkan maka artinya bahaya masih tetap ada dan dengan demikian maka bahaya tersebut akan dapat menimbulkan kecelakaan/ kerugian.

Untuk menjamin bahwa semua tindakan-tindakan perbaikan telah dilakukan dalam waktu dan cara yang tepat, maka prosedur yang akan digunakan adalah :

  • Suatu tindakan-tindakan yang muncul karena adanya bahaya yang serius atau cukup berarti akan dicatat sebagai kondisi di bawah standard sebagai hasil dari inspeksi yang telah dilakukan. Laporan tentang bahaya tersebut akan ditanda tangani oleh pengawas yang bersangkutan hanya apabila semua tindakan-tindakan perbaikan telah diperiksa dan dinyatakan selesai.
  • Untuk bahaya-bahaya yang berisiko rendah, pengawas akan segera menanda tangani laporan tersebut setelah tindakan-tindakan perbaikan yang diperlukan selesai dilakukan.
  • Apabila dipandang di mana benar-benar memerlukan suatu pertimbangan, HSE departemen dapat menindak lanjuti tentang rekomendasi-rekomendasi yang telah dikeluarkan.

Semoga bermanfaat dan berguna bagi anda yang membutuhkan prosedur ini ditempat kerja.

Tinggalkan Balasan